Total Tayangan Halaman
Tampilkan postingan dengan label kisah nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah nyata. Tampilkan semua postingan
Kisah Sahabat Nabi, Bilal bin Rabah si Pengumandang adzan bersuara emas
Bilal bin Rabah, salah seorang sahabat dekat
Rasulullah. Seperti yang kita tahu, Bilal adalah seorang
keturunan Afrika, Habasyah tepatnya. Kini Habasyah
biasa kita sebut dengan Ethiopia. Seperti penampilan
orang Afrika pada umumnya, hitam, tinggi dan besar,
begitulah Bilal. Pada mulanya, ia adalah budak seorang bangsawan Makkah, Umayyah bin Khalaf.
Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat,
namun hatinya, insya Allah bak kapas yang tak
bernoda. Itulah sebabnya, ia sangat mudah menerima
hidayah saat Rasulullah berdakwah.
Meski ia sangat mudah menerima hidayah, ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat
Rasulullah yang berjuang mempertahankan
hidayahnya. Antara hidup dan mati, begitu kira-kira
gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Keislamannya,
suatu hari diketahui oleh sang majikan. Sebagai
ganjarannya, Bilal di siksa dengan berbagai cara. Sampai datang padanya Abu Bakar yang
membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan.
Boleh dikata, di antara para sahabat, Bilal bin Rabah
termasuk orang yang amat tegas dalam
mempertahankan agamanya. Zurr bin Hubaisy, suatu
ketika berkata, orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah.
Kemudian setelah beliau, ada Abu Bakar, Ammar bin
Yasir dan keluarganya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad.
Selain Allah tentunya, Rasulullah dilindungi oleh
paman beliau. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh
sukunya. Dalam posisi sosial, orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Ia seorang perantauan, budak belian
pula, tak ada yang membela. Bilal, hidup sebatang
kara. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau
tak berdaya. Bilal telah mengangkat Allah sebagai
penolong dan wali-nya, itu lebih cukup dari segalanya.
Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Umayyah bin Khalaf, sang majikan, tak berhenti
hanya dengan menyiksa Bilal saja. Setelah puas
hatinya menyiksa Bilal, Umayyah pun menyerahkan
Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. Diarak
berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang
jalan. Tapi dengan tegarnya, Bilal mengucap, "Ahad, ahad," puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan
darah.
Bilal bin Rabah, meski dalam strata sosial posisinya
sangat lemah, tapi tidak di mata Allah. Ada satu
riwayat yang membukti-kan betapa Allah
memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk
menghadap. Rasulullah ingin mengetahui langsung,
amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal
mendahului berjalan masuk surga ketimbang
Rasulullah. "Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik
langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu."
Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan
raut bahagianya, Bilal menjawab pertanyaan
Rasulullah. "Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadats,
aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua
rakaat." "Ya, dengan itu kamu mendahului aku," kata Rasulullah membenarkan. Subhanallah, demikian
tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah.
Meski demikian, hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati
dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. Dalam
lubuk hati kecilnya, Bilal masih menganggap, bahwa
ia adalah budak belian dari Habasya, Ethiopia. Tak kurang dan tak lebih.
Bilal bin Rabah, terakhir melaksanakan tugasnya
sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat
sebagai khalifah. Saat itu, Bilal sudah bermukim di
Syiria dan Umar mengunjunginya.
Saat itu, waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda
panggilan shalat. Bilal pun naik ke atas menara dan
bergemalah suaranya.
Semua sahabat Rasulullah, yang ada di sana
menangis tak terkecuali. Dan di antara mereka, tangis
yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Dan itu, menjadi adzan terakhir yang
dikumandangan Bilal, hatinya tak kuasa menahan
kenangan manis bersama manusia tercinta, nabi
akhir zaman.
Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin
Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu
dengan Rasulullah.
"Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali
kepadamu," demikian Rasulullah berkata dalam
mimpi Bilal. "Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat
rindu ingin bertemu" kata Bilal masih dalam mimpinya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu
saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang
gulana. Ia dirundung rindu.
Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut
pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara,
kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak
menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah
tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi
junjungannya.
Hari itu, Madinah benar-benar diselubungi rasa haru.
Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah
tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan
kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal
sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan
dengan nabi tercinta.
Menjelang senja, penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan
Maghrib jika tiba waktunya. Padahal Bilal sudah cukup
lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada.
Seolah, penduduk Madinah ingin menggenapkan
kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang
dikumandangkan Bilal. Akhirnya, setelah diminta dengan sedikit memaksa,
Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin
kali itu. Senjapun datang mengantar malam, dan Bilal
mengumandangkan adzan. Tatkala, suara Bilal
terdengar, seketika, Madinah seolah tercekat oleh
berjuta memori. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah menitiskan air mata. "Marhaban ya
Rasulullah," bisik salah seorang dari mereka.
Sebenarnya, ada sebuah kisah yang membuat Bilal
menolak untuk mengumandangkan adzan setelah
Rasulullah wafat. Waktu itu, beberapa saat setelah
malaikat maut menjemput kekasih Allah, Muhammad, Bilal mengumandangkan adzan. Jenazah Rasulullah,
belum dimakamkan. Satu persatu kalimat adzan
dikumandangkan sampai pada kalimat, "Asyhadu
anna Muhammadarrasulullah." Tangis penduduk
Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah.
Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah.
Kemudian setelah, Rasulullah telah dimakamkan, Abu
Bakar meminta Bilal untuk adzan. "Adzanlah wahai
Bilal," perintah Abu Bakar. Dan Bilal menjawab
perintah itu, "Jika engkau dulu membebaskan demi
kepentinganmu, maka aku akan mengumandangkan adzan. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan
aku, maka biarkan aku menentukan pilihanku."
"Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal," kata
Abu Bakar. "Maka biarkan aku memilih pilihanku,"
pinta Bilal. "Sungguh, aku tak ingin adzan untuk
seorang pun sepeninggal Rasulullah," lanjut Bilal. "Kalau demikian, terserah apa
kehendakmu," jawab Abu Bakar.
Rasulullah. Seperti yang kita tahu, Bilal adalah seorang
keturunan Afrika, Habasyah tepatnya. Kini Habasyah
biasa kita sebut dengan Ethiopia. Seperti penampilan
orang Afrika pada umumnya, hitam, tinggi dan besar,
begitulah Bilal. Pada mulanya, ia adalah budak seorang bangsawan Makkah, Umayyah bin Khalaf.
Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat,
namun hatinya, insya Allah bak kapas yang tak
bernoda. Itulah sebabnya, ia sangat mudah menerima
hidayah saat Rasulullah berdakwah.
Meski ia sangat mudah menerima hidayah, ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat
Rasulullah yang berjuang mempertahankan
hidayahnya. Antara hidup dan mati, begitu kira-kira
gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Keislamannya,
suatu hari diketahui oleh sang majikan. Sebagai
ganjarannya, Bilal di siksa dengan berbagai cara. Sampai datang padanya Abu Bakar yang
membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan.
Boleh dikata, di antara para sahabat, Bilal bin Rabah
termasuk orang yang amat tegas dalam
mempertahankan agamanya. Zurr bin Hubaisy, suatu
ketika berkata, orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah.
Kemudian setelah beliau, ada Abu Bakar, Ammar bin
Yasir dan keluarganya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad.
Selain Allah tentunya, Rasulullah dilindungi oleh
paman beliau. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh
sukunya. Dalam posisi sosial, orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Ia seorang perantauan, budak belian
pula, tak ada yang membela. Bilal, hidup sebatang
kara. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau
tak berdaya. Bilal telah mengangkat Allah sebagai
penolong dan wali-nya, itu lebih cukup dari segalanya.
Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Umayyah bin Khalaf, sang majikan, tak berhenti
hanya dengan menyiksa Bilal saja. Setelah puas
hatinya menyiksa Bilal, Umayyah pun menyerahkan
Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. Diarak
berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang
jalan. Tapi dengan tegarnya, Bilal mengucap, "Ahad, ahad," puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan
darah.
Bilal bin Rabah, meski dalam strata sosial posisinya
sangat lemah, tapi tidak di mata Allah. Ada satu
riwayat yang membukti-kan betapa Allah
memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk
menghadap. Rasulullah ingin mengetahui langsung,
amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal
mendahului berjalan masuk surga ketimbang
Rasulullah. "Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik
langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu."
Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan
raut bahagianya, Bilal menjawab pertanyaan
Rasulullah. "Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadats,
aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua
rakaat." "Ya, dengan itu kamu mendahului aku," kata Rasulullah membenarkan. Subhanallah, demikian
tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah.
Meski demikian, hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati
dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. Dalam
lubuk hati kecilnya, Bilal masih menganggap, bahwa
ia adalah budak belian dari Habasya, Ethiopia. Tak kurang dan tak lebih.
Bilal bin Rabah, terakhir melaksanakan tugasnya
sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat
sebagai khalifah. Saat itu, Bilal sudah bermukim di
Syiria dan Umar mengunjunginya.
Saat itu, waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda
panggilan shalat. Bilal pun naik ke atas menara dan
bergemalah suaranya.
Semua sahabat Rasulullah, yang ada di sana
menangis tak terkecuali. Dan di antara mereka, tangis
yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Dan itu, menjadi adzan terakhir yang
dikumandangan Bilal, hatinya tak kuasa menahan
kenangan manis bersama manusia tercinta, nabi
akhir zaman.
Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin
Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu
dengan Rasulullah.
"Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali
kepadamu," demikian Rasulullah berkata dalam
mimpi Bilal. "Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat
rindu ingin bertemu" kata Bilal masih dalam mimpinya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu
saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang
gulana. Ia dirundung rindu.
Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut
pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara,
kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak
menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah
tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi
junjungannya.
Hari itu, Madinah benar-benar diselubungi rasa haru.
Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah
tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan
kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal
sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan
dengan nabi tercinta.
Menjelang senja, penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan
Maghrib jika tiba waktunya. Padahal Bilal sudah cukup
lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada.
Seolah, penduduk Madinah ingin menggenapkan
kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang
dikumandangkan Bilal. Akhirnya, setelah diminta dengan sedikit memaksa,
Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin
kali itu. Senjapun datang mengantar malam, dan Bilal
mengumandangkan adzan. Tatkala, suara Bilal
terdengar, seketika, Madinah seolah tercekat oleh
berjuta memori. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah menitiskan air mata. "Marhaban ya
Rasulullah," bisik salah seorang dari mereka.
Sebenarnya, ada sebuah kisah yang membuat Bilal
menolak untuk mengumandangkan adzan setelah
Rasulullah wafat. Waktu itu, beberapa saat setelah
malaikat maut menjemput kekasih Allah, Muhammad, Bilal mengumandangkan adzan. Jenazah Rasulullah,
belum dimakamkan. Satu persatu kalimat adzan
dikumandangkan sampai pada kalimat, "Asyhadu
anna Muhammadarrasulullah." Tangis penduduk
Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah.
Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah.
Kemudian setelah, Rasulullah telah dimakamkan, Abu
Bakar meminta Bilal untuk adzan. "Adzanlah wahai
Bilal," perintah Abu Bakar. Dan Bilal menjawab
perintah itu, "Jika engkau dulu membebaskan demi
kepentinganmu, maka aku akan mengumandangkan adzan. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan
aku, maka biarkan aku menentukan pilihanku."
"Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal," kata
Abu Bakar. "Maka biarkan aku memilih pilihanku,"
pinta Bilal. "Sungguh, aku tak ingin adzan untuk
seorang pun sepeninggal Rasulullah," lanjut Bilal. "Kalau demikian, terserah apa
kehendakmu," jawab Abu Bakar.
Kisah Sahabat Nabi, Bilal bin Rabah si Pengumandang adzan bersuara emas
Bilal bin Rabah, salah seorang sahabat dekat
Rasulullah. Seperti yang kita tahu, Bilal adalah seorang
keturunan Afrika, Habasyah tepatnya. Kini Habasyah
biasa kita sebut dengan Ethiopia. Seperti penampilan
orang Afrika pada umumnya, hitam, tinggi dan besar,
begitulah Bilal. Pada mulanya, ia adalah budak seorang bangsawan Makkah, Umayyah bin Khalaf.
Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat,
namun hatinya, insya Allah bak kapas yang tak
bernoda. Itulah sebabnya, ia sangat mudah menerima
hidayah saat Rasulullah berdakwah.
Meski ia sangat mudah menerima hidayah, ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat
Rasulullah yang berjuang mempertahankan
hidayahnya. Antara hidup dan mati, begitu kira-kira
gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Keislamannya,
suatu hari diketahui oleh sang majikan. Sebagai
ganjarannya, Bilal di siksa dengan berbagai cara. Sampai datang padanya Abu Bakar yang
membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan.
Boleh dikata, di antara para sahabat, Bilal bin Rabah
termasuk orang yang amat tegas dalam
mempertahankan agamanya. Zurr bin Hubaisy, suatu
ketika berkata, orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah.
Kemudian setelah beliau, ada Abu Bakar, Ammar bin
Yasir dan keluarganya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad.
Selain Allah tentunya, Rasulullah dilindungi oleh
paman beliau. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh
sukunya. Dalam posisi sosial, orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Ia seorang perantauan, budak belian
pula, tak ada yang membela. Bilal, hidup sebatang
kara. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau
tak berdaya. Bilal telah mengangkat Allah sebagai
penolong dan wali-nya, itu lebih cukup dari segalanya.
Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Umayyah bin Khalaf, sang majikan, tak berhenti
hanya dengan menyiksa Bilal saja. Setelah puas
hatinya menyiksa Bilal, Umayyah pun menyerahkan
Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. Diarak
berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang
jalan. Tapi dengan tegarnya, Bilal mengucap, "Ahad, ahad," puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan
darah.
Bilal bin Rabah, meski dalam strata sosial posisinya
sangat lemah, tapi tidak di mata Allah. Ada satu
riwayat yang membukti-kan betapa Allah
memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk
menghadap. Rasulullah ingin mengetahui langsung,
amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal
mendahului berjalan masuk surga ketimbang
Rasulullah. "Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik
langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu."
Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan
raut bahagianya, Bilal menjawab pertanyaan
Rasulullah. "Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadats,
aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua
rakaat." "Ya, dengan itu kamu mendahului aku," kata Rasulullah membenarkan. Subhanallah, demikian
tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah.
Meski demikian, hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati
dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. Dalam
lubuk hati kecilnya, Bilal masih menganggap, bahwa
ia adalah budak belian dari Habasya, Ethiopia. Tak kurang dan tak lebih.
Bilal bin Rabah, terakhir melaksanakan tugasnya
sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat
sebagai khalifah. Saat itu, Bilal sudah bermukim di
Syiria dan Umar mengunjunginya.
Saat itu, waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda
panggilan shalat. Bilal pun naik ke atas menara dan
bergemalah suaranya.
Semua sahabat Rasulullah, yang ada di sana
menangis tak terkecuali. Dan di antara mereka, tangis
yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Dan itu, menjadi adzan terakhir yang
dikumandangan Bilal, hatinya tak kuasa menahan
kenangan manis bersama manusia tercinta, nabi
akhir zaman.
Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin
Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu
dengan Rasulullah.
"Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali
kepadamu," demikian Rasulullah berkata dalam
mimpi Bilal. "Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat
rindu ingin bertemu" kata Bilal masih dalam mimpinya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu
saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang
gulana. Ia dirundung rindu.
Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut
pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara,
kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak
menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah
tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi
junjungannya.
Hari itu, Madinah benar-benar diselubungi rasa haru.
Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah
tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan
kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal
sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan
dengan nabi tercinta.
Menjelang senja, penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan
Maghrib jika tiba waktunya. Padahal Bilal sudah cukup
lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada.
Seolah, penduduk Madinah ingin menggenapkan
kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang
dikumandangkan Bilal. Akhirnya, setelah diminta dengan sedikit memaksa,
Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin
kali itu. Senjapun datang mengantar malam, dan Bilal
mengumandangkan adzan. Tatkala, suara Bilal
terdengar, seketika, Madinah seolah tercekat oleh
berjuta memori. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah menitiskan air mata. "Marhaban ya
Rasulullah," bisik salah seorang dari mereka.
Sebenarnya, ada sebuah kisah yang membuat Bilal
menolak untuk mengumandangkan adzan setelah
Rasulullah wafat. Waktu itu, beberapa saat setelah
malaikat maut menjemput kekasih Allah, Muhammad, Bilal mengumandangkan adzan. Jenazah Rasulullah,
belum dimakamkan. Satu persatu kalimat adzan
dikumandangkan sampai pada kalimat, "Asyhadu
anna Muhammadarrasulullah." Tangis penduduk
Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah.
Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah.
Kemudian setelah, Rasulullah telah dimakamkan, Abu
Bakar meminta Bilal untuk adzan. "Adzanlah wahai
Bilal," perintah Abu Bakar. Dan Bilal menjawab
perintah itu, "Jika engkau dulu membebaskan demi
kepentinganmu, maka aku akan mengumandangkan adzan. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan
aku, maka biarkan aku menentukan pilihanku."
"Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal," kata
Abu Bakar. "Maka biarkan aku memilih pilihanku,"
pinta Bilal. "Sungguh, aku tak ingin adzan untuk
seorang pun sepeninggal Rasulullah," lanjut Bilal. "Kalau demikian, terserah apa
kehendakmu," jawab Abu Bakar.
Rasulullah. Seperti yang kita tahu, Bilal adalah seorang
keturunan Afrika, Habasyah tepatnya. Kini Habasyah
biasa kita sebut dengan Ethiopia. Seperti penampilan
orang Afrika pada umumnya, hitam, tinggi dan besar,
begitulah Bilal. Pada mulanya, ia adalah budak seorang bangsawan Makkah, Umayyah bin Khalaf.
Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat,
namun hatinya, insya Allah bak kapas yang tak
bernoda. Itulah sebabnya, ia sangat mudah menerima
hidayah saat Rasulullah berdakwah.
Meski ia sangat mudah menerima hidayah, ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat
Rasulullah yang berjuang mempertahankan
hidayahnya. Antara hidup dan mati, begitu kira-kira
gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Keislamannya,
suatu hari diketahui oleh sang majikan. Sebagai
ganjarannya, Bilal di siksa dengan berbagai cara. Sampai datang padanya Abu Bakar yang
membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan.
Boleh dikata, di antara para sahabat, Bilal bin Rabah
termasuk orang yang amat tegas dalam
mempertahankan agamanya. Zurr bin Hubaisy, suatu
ketika berkata, orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah.
Kemudian setelah beliau, ada Abu Bakar, Ammar bin
Yasir dan keluarganya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad.
Selain Allah tentunya, Rasulullah dilindungi oleh
paman beliau. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh
sukunya. Dalam posisi sosial, orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Ia seorang perantauan, budak belian
pula, tak ada yang membela. Bilal, hidup sebatang
kara. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau
tak berdaya. Bilal telah mengangkat Allah sebagai
penolong dan wali-nya, itu lebih cukup dari segalanya.
Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Umayyah bin Khalaf, sang majikan, tak berhenti
hanya dengan menyiksa Bilal saja. Setelah puas
hatinya menyiksa Bilal, Umayyah pun menyerahkan
Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. Diarak
berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang
jalan. Tapi dengan tegarnya, Bilal mengucap, "Ahad, ahad," puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan
darah.
Bilal bin Rabah, meski dalam strata sosial posisinya
sangat lemah, tapi tidak di mata Allah. Ada satu
riwayat yang membukti-kan betapa Allah
memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk
menghadap. Rasulullah ingin mengetahui langsung,
amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal
mendahului berjalan masuk surga ketimbang
Rasulullah. "Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik
langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu."
Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan
raut bahagianya, Bilal menjawab pertanyaan
Rasulullah. "Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadats,
aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua
rakaat." "Ya, dengan itu kamu mendahului aku," kata Rasulullah membenarkan. Subhanallah, demikian
tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah.
Meski demikian, hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati
dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. Dalam
lubuk hati kecilnya, Bilal masih menganggap, bahwa
ia adalah budak belian dari Habasya, Ethiopia. Tak kurang dan tak lebih.
Bilal bin Rabah, terakhir melaksanakan tugasnya
sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat
sebagai khalifah. Saat itu, Bilal sudah bermukim di
Syiria dan Umar mengunjunginya.
Saat itu, waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda
panggilan shalat. Bilal pun naik ke atas menara dan
bergemalah suaranya.
Semua sahabat Rasulullah, yang ada di sana
menangis tak terkecuali. Dan di antara mereka, tangis
yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Dan itu, menjadi adzan terakhir yang
dikumandangan Bilal, hatinya tak kuasa menahan
kenangan manis bersama manusia tercinta, nabi
akhir zaman.
Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin
Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu
dengan Rasulullah.
"Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali
kepadamu," demikian Rasulullah berkata dalam
mimpi Bilal. "Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat
rindu ingin bertemu" kata Bilal masih dalam mimpinya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu
saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang
gulana. Ia dirundung rindu.
Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut
pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara,
kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak
menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah
tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi
junjungannya.
Hari itu, Madinah benar-benar diselubungi rasa haru.
Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah
tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan
kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal
sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan
dengan nabi tercinta.
Menjelang senja, penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan
Maghrib jika tiba waktunya. Padahal Bilal sudah cukup
lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada.
Seolah, penduduk Madinah ingin menggenapkan
kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang
dikumandangkan Bilal. Akhirnya, setelah diminta dengan sedikit memaksa,
Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin
kali itu. Senjapun datang mengantar malam, dan Bilal
mengumandangkan adzan. Tatkala, suara Bilal
terdengar, seketika, Madinah seolah tercekat oleh
berjuta memori. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah menitiskan air mata. "Marhaban ya
Rasulullah," bisik salah seorang dari mereka.
Sebenarnya, ada sebuah kisah yang membuat Bilal
menolak untuk mengumandangkan adzan setelah
Rasulullah wafat. Waktu itu, beberapa saat setelah
malaikat maut menjemput kekasih Allah, Muhammad, Bilal mengumandangkan adzan. Jenazah Rasulullah,
belum dimakamkan. Satu persatu kalimat adzan
dikumandangkan sampai pada kalimat, "Asyhadu
anna Muhammadarrasulullah." Tangis penduduk
Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah.
Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah.
Kemudian setelah, Rasulullah telah dimakamkan, Abu
Bakar meminta Bilal untuk adzan. "Adzanlah wahai
Bilal," perintah Abu Bakar. Dan Bilal menjawab
perintah itu, "Jika engkau dulu membebaskan demi
kepentinganmu, maka aku akan mengumandangkan adzan. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan
aku, maka biarkan aku menentukan pilihanku."
"Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal," kata
Abu Bakar. "Maka biarkan aku memilih pilihanku,"
pinta Bilal. "Sungguh, aku tak ingin adzan untuk
seorang pun sepeninggal Rasulullah," lanjut Bilal. "Kalau demikian, terserah apa
kehendakmu," jawab Abu Bakar.
Tulang Rusuk Yang Hilang...Sebuah Cerita Cinta Yg Mengharukan..
Cerita ini saya posting untuk seorang teman yang sedang duduk termenung disana menyesali diri. Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat teman saya ini merasa salah memilih calon pendamping hidupnya yaiu sang pacar yang sudah 4 tahun menemani hari- harinya. cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedihati orang yang kita sayang …..semoga kisah ini membuat perubahan akan perasaan pada sang kekasih….terima kasih untuk penulis cerita ini Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta. Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini? Raka : Kamu dong? Dara : Menurut kamu, aku ini siapa? Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.” Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku !” Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku !” Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ” Lima tahun berlalu….. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas. Raka : Apa kabar? Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang? Raka : Belum. Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut. Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah. Dara tersenyum manis, lalu berlalu. “Good bye….” Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan. “Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal” cerita ini saya peroleh dari email yang dikirimkan oleh teman melalui karisma_22@yahoogroups.com. thanks
Tulang Rusuk Yang Hilang...Sebuah Cerita Cinta Yg Mengharukan..
Cerita ini saya posting untuk seorang teman yang sedang duduk termenung disana menyesali diri. Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat teman saya ini merasa salah memilih calon pendamping hidupnya yaiu sang pacar yang sudah 4 tahun menemani hari- harinya. cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedihati orang yang kita sayang …..semoga kisah ini membuat perubahan akan perasaan pada sang kekasih….terima kasih untuk penulis cerita ini Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta. Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini? Raka : Kamu dong? Dara : Menurut kamu, aku ini siapa? Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.” Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku !” Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku !” Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ” Lima tahun berlalu….. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas. Raka : Apa kabar? Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang? Raka : Belum. Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut. Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah. Dara tersenyum manis, lalu berlalu. “Good bye….” Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan. “Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal” cerita ini saya peroleh dari email yang dikirimkan oleh teman melalui karisma_22@yahoogroups.com. thanks
Kedatangan dajjal, imam al- mahdi dan Nabi Isa As
Dajjal adalah seorang manusia biasa, ia dinamakan
demikian karena ia menutupi kebenaran dengan
kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan
kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan
dan tipu dayanya terhadap mereka. Ada sejumlah
hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal a. Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya
Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di
hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan
Dajjal. Beliau bersabda: dajjal “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia
pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah
tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian
suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh
seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak
(bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany) b. Hadits lainnya adalah : Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW
bersabda: ” Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah?… (beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal
dan menyebutkan sifat-sifatnya). Ibnu Umar berkata:
Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya,
berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak,
seakan-akan matanya itu buah anggur yang
mengambang, Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu
Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza ’ah (Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237). c. Hadits lainnya adalah : Dari Nawwas bin Sam’an RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal: “Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya
mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya
denga Abdul ‘izz bin Qathn” (Sahih Muslim 18/65) Dan ia dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah
satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak).
Ia akan keluar pada saat kaum muslimin sedang
memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah
untuk mengalahkan kekuatan tersebut. dajjal d. Hadits lainnya adalah hadits yang menjeaslkan
bahwa tertulis di antara dua matanya “Kaafir” atau “Kafara” sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW: Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis
kaafir” (HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59) Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat
kubro. Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan
kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan
dan matinya pepohonan. e. Hadits lainnya menjelaskan tentang Dajjal yang
akan keluar dari arah timur tepatnya dari negri
Khurosan atau Syihristaan. Kemudia ia akan
mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia akan
memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah
karena para malaikan menjaganya. Dari Abu Bakar ash-Shidiq RA ia berkata: Rasulullah
SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal, beliau
bersabda: “Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan” (Tirmidzy 6/495) Dari Fatimah bin Qais RA; Dajjal berkata: “Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak
meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal
di dalamnya selam 40 hari. Kecuali kota Makkah dan
Madinah. Keua kota tersebut diharamkan bagiku.
Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari
keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negeri
tersebut ada malaikat yang menjaganya ” (Shohih Muslim 18/83) f. Hadits lainnya menjelaskan diantara shifat Dajjal
lainnya yaitu ia akan mengaku dirinya sebagai tuhan
dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk
membenarkan pengakuannya dan menarik orang-
orang agar menjadi pengikutnya. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan
Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh
sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia
menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman,
lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan
berbagai syubuhaat” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al- Bany) g. Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka
dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya
adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh
dengan air, gunung dari roti. Ia kan menyuruh langit
untuk merunkan hujan, mak hujan pun turun dan
menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman
tersebut. Dan ia kan menempuh perjalan dengan
cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan
keanehan-keanehan lainnya (HR Muslim 18/65-66) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) 2. Imam Mahdi Ada banyak hadits yang menerangkan sosok Al-
Mahdi itu dan merupakan kewajiban kita untuk
mempercayainya sesuai dengan apa yang kita terima
dari Rasulullah SAW, tanpa menafsirkan,
mentakwilkan atau menolaknya. Al-Mahdi menurut hadits-hadits yang kita terima
adalah sosok manusia yang Allah akan turunkan di
akhir zaman, meksi tidak ada riwayat yang
memastikan kapan kejadian itu. Selain itu, dijelaskan
bahwa beliau adalah merupakan ahli bait Rasulullah
SAW. Untuk memastikan apakah dia benar Al-Mahdi yang
dimaksud, ada ciri-ciri yang telah disebutkan, yang
paling penting diantaranya adalah bahwa beliau akan
mengisi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya
dipenuhi dengan kezaliman dan kerusakan. Diantara hadits itu antara lain : Dari Ibnu Mas`ud ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Bila tidak kekal dunia ini kecuali sehari saja, maka Allah akan panjangkan hari itu hingga Dia
mengutus seseorang dari aku atau dari ahli baitku,
namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya
sesuai dengan nama ayahku. Dia akan memenuhi
dunia dengan keadilan dan qisth sebagaimana dunia
ini sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan al- Juur. (HR. At-Tirmizy dalam kitab Fitan dan haditsnya
hasan shahih). Dijelaskan bahwa kedatangan Al-Mahdi ini sebelum
turunnya Nabi Isa as. yang akan memberi petunjuk
kepada banyak manusia dan menegakkan hujjah
Allah SWT. Dari Ali bin Abi Tholib Ra ia berkata: Rasulullah SAW
telah bersabda: ” Al-Mahdi dari golongan kami, Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam satu
malam” ( (Musnad Ahmad 2/58 dan sunan Ibnu Majah 2/1367. Hadis ini ditashih oleh Al-Bani dalam
Shohih Al-Jami’ Ash-Shogir 6/22) 3. Nabi Isa Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat kubro
adalah turnnya Nabi Isa as. Beliau akan menjadi
muslimin atau bagian dari umat Islam,
menghancurkan salib dan menghancurkan berhala.
Karena risalah yang beliau bawa adalah risalah yang
bersumber dari Allah juga. Namun turunnya beliau bukan sebagai nabi lagi
karena setelah diangkatnya Rasulullah SAW sebagai
nabi terakhir, maka tidak ada lagi nabi yang turun ke
bumi dengan membawa risalah dari langit. Karena itu Nabi Isa kedudukannya bukan sebagai
Nabi lagi, tapi bagian dari umat Islam ini, berkitab suci
Al-Quran, mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat
menghadap ka’bah, puasa Ramadhan, berhaji ke Mekkah dan menjalankan syariat Islam yang kita
terapkan saat itu. Semua keteragan itu kita dapatkan dari hadits-hatis
Rasulullah yang sampai kepada kita, antara lain: Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as)
menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan
membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi
harta … HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) Untuk lebih dalamnya pembahasan ini, silahkan
merujuk pada kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir.
Juga buku Asyrotus-Saa ’ah (Tanda-tanda kiamat) karangan Yusuf bin Abdulloh bin Yusuf Al Wabil serta
An-Nihayah Fil Fitan Wal malahim (fitnah dan huru
hara) karya Ibnu Katsir.
demikian karena ia menutupi kebenaran dengan
kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan
kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan
dan tipu dayanya terhadap mereka. Ada sejumlah
hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal a. Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya
Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di
hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan
Dajjal. Beliau bersabda: dajjal “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia
pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah
tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian
suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh
seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak
(bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany) b. Hadits lainnya adalah : Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW
bersabda: ” Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah?… (beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal
dan menyebutkan sifat-sifatnya). Ibnu Umar berkata:
Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya,
berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak,
seakan-akan matanya itu buah anggur yang
mengambang, Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu
Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza ’ah (Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237). c. Hadits lainnya adalah : Dari Nawwas bin Sam’an RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal: “Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya
mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya
denga Abdul ‘izz bin Qathn” (Sahih Muslim 18/65) Dan ia dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah
satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak).
Ia akan keluar pada saat kaum muslimin sedang
memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah
untuk mengalahkan kekuatan tersebut. dajjal d. Hadits lainnya adalah hadits yang menjeaslkan
bahwa tertulis di antara dua matanya “Kaafir” atau “Kafara” sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW: Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis
kaafir” (HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59) Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat
kubro. Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan
kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan
dan matinya pepohonan. e. Hadits lainnya menjelaskan tentang Dajjal yang
akan keluar dari arah timur tepatnya dari negri
Khurosan atau Syihristaan. Kemudia ia akan
mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia akan
memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah
karena para malaikan menjaganya. Dari Abu Bakar ash-Shidiq RA ia berkata: Rasulullah
SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal, beliau
bersabda: “Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan” (Tirmidzy 6/495) Dari Fatimah bin Qais RA; Dajjal berkata: “Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak
meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal
di dalamnya selam 40 hari. Kecuali kota Makkah dan
Madinah. Keua kota tersebut diharamkan bagiku.
Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari
keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negeri
tersebut ada malaikat yang menjaganya ” (Shohih Muslim 18/83) f. Hadits lainnya menjelaskan diantara shifat Dajjal
lainnya yaitu ia akan mengaku dirinya sebagai tuhan
dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk
membenarkan pengakuannya dan menarik orang-
orang agar menjadi pengikutnya. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan
Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh
sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia
menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman,
lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan
berbagai syubuhaat” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al- Bany) g. Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka
dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya
adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh
dengan air, gunung dari roti. Ia kan menyuruh langit
untuk merunkan hujan, mak hujan pun turun dan
menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman
tersebut. Dan ia kan menempuh perjalan dengan
cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan
keanehan-keanehan lainnya (HR Muslim 18/65-66) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) 2. Imam Mahdi Ada banyak hadits yang menerangkan sosok Al-
Mahdi itu dan merupakan kewajiban kita untuk
mempercayainya sesuai dengan apa yang kita terima
dari Rasulullah SAW, tanpa menafsirkan,
mentakwilkan atau menolaknya. Al-Mahdi menurut hadits-hadits yang kita terima
adalah sosok manusia yang Allah akan turunkan di
akhir zaman, meksi tidak ada riwayat yang
memastikan kapan kejadian itu. Selain itu, dijelaskan
bahwa beliau adalah merupakan ahli bait Rasulullah
SAW. Untuk memastikan apakah dia benar Al-Mahdi yang
dimaksud, ada ciri-ciri yang telah disebutkan, yang
paling penting diantaranya adalah bahwa beliau akan
mengisi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya
dipenuhi dengan kezaliman dan kerusakan. Diantara hadits itu antara lain : Dari Ibnu Mas`ud ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Bila tidak kekal dunia ini kecuali sehari saja, maka Allah akan panjangkan hari itu hingga Dia
mengutus seseorang dari aku atau dari ahli baitku,
namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya
sesuai dengan nama ayahku. Dia akan memenuhi
dunia dengan keadilan dan qisth sebagaimana dunia
ini sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan al- Juur. (HR. At-Tirmizy dalam kitab Fitan dan haditsnya
hasan shahih). Dijelaskan bahwa kedatangan Al-Mahdi ini sebelum
turunnya Nabi Isa as. yang akan memberi petunjuk
kepada banyak manusia dan menegakkan hujjah
Allah SWT. Dari Ali bin Abi Tholib Ra ia berkata: Rasulullah SAW
telah bersabda: ” Al-Mahdi dari golongan kami, Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam satu
malam” ( (Musnad Ahmad 2/58 dan sunan Ibnu Majah 2/1367. Hadis ini ditashih oleh Al-Bani dalam
Shohih Al-Jami’ Ash-Shogir 6/22) 3. Nabi Isa Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat kubro
adalah turnnya Nabi Isa as. Beliau akan menjadi
muslimin atau bagian dari umat Islam,
menghancurkan salib dan menghancurkan berhala.
Karena risalah yang beliau bawa adalah risalah yang
bersumber dari Allah juga. Namun turunnya beliau bukan sebagai nabi lagi
karena setelah diangkatnya Rasulullah SAW sebagai
nabi terakhir, maka tidak ada lagi nabi yang turun ke
bumi dengan membawa risalah dari langit. Karena itu Nabi Isa kedudukannya bukan sebagai
Nabi lagi, tapi bagian dari umat Islam ini, berkitab suci
Al-Quran, mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat
menghadap ka’bah, puasa Ramadhan, berhaji ke Mekkah dan menjalankan syariat Islam yang kita
terapkan saat itu. Semua keteragan itu kita dapatkan dari hadits-hatis
Rasulullah yang sampai kepada kita, antara lain: Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as)
menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan
membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi
harta … HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) Untuk lebih dalamnya pembahasan ini, silahkan
merujuk pada kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir.
Juga buku Asyrotus-Saa ’ah (Tanda-tanda kiamat) karangan Yusuf bin Abdulloh bin Yusuf Al Wabil serta
An-Nihayah Fil Fitan Wal malahim (fitnah dan huru
hara) karya Ibnu Katsir.
Kedatangan dajjal, imam al- mahdi dan Nabi Isa As
Dajjal adalah seorang manusia biasa, ia dinamakan
demikian karena ia menutupi kebenaran dengan
kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan
kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan
dan tipu dayanya terhadap mereka. Ada sejumlah
hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal a. Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya
Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di
hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan
Dajjal. Beliau bersabda: dajjal “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia
pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah
tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian
suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh
seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak
(bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany) b. Hadits lainnya adalah : Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW
bersabda: ” Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah?… (beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal
dan menyebutkan sifat-sifatnya). Ibnu Umar berkata:
Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya,
berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak,
seakan-akan matanya itu buah anggur yang
mengambang, Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu
Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza ’ah (Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237). c. Hadits lainnya adalah : Dari Nawwas bin Sam’an RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal: “Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya
mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya
denga Abdul ‘izz bin Qathn” (Sahih Muslim 18/65) Dan ia dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah
satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak).
Ia akan keluar pada saat kaum muslimin sedang
memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah
untuk mengalahkan kekuatan tersebut. dajjal d. Hadits lainnya adalah hadits yang menjeaslkan
bahwa tertulis di antara dua matanya “Kaafir” atau “Kafara” sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW: Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis
kaafir” (HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59) Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat
kubro. Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan
kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan
dan matinya pepohonan. e. Hadits lainnya menjelaskan tentang Dajjal yang
akan keluar dari arah timur tepatnya dari negri
Khurosan atau Syihristaan. Kemudia ia akan
mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia akan
memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah
karena para malaikan menjaganya. Dari Abu Bakar ash-Shidiq RA ia berkata: Rasulullah
SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal, beliau
bersabda: “Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan” (Tirmidzy 6/495) Dari Fatimah bin Qais RA; Dajjal berkata: “Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak
meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal
di dalamnya selam 40 hari. Kecuali kota Makkah dan
Madinah. Keua kota tersebut diharamkan bagiku.
Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari
keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negeri
tersebut ada malaikat yang menjaganya ” (Shohih Muslim 18/83) f. Hadits lainnya menjelaskan diantara shifat Dajjal
lainnya yaitu ia akan mengaku dirinya sebagai tuhan
dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk
membenarkan pengakuannya dan menarik orang-
orang agar menjadi pengikutnya. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan
Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh
sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia
menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman,
lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan
berbagai syubuhaat” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al- Bany) g. Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka
dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya
adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh
dengan air, gunung dari roti. Ia kan menyuruh langit
untuk merunkan hujan, mak hujan pun turun dan
menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman
tersebut. Dan ia kan menempuh perjalan dengan
cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan
keanehan-keanehan lainnya (HR Muslim 18/65-66) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) 2. Imam Mahdi Ada banyak hadits yang menerangkan sosok Al-
Mahdi itu dan merupakan kewajiban kita untuk
mempercayainya sesuai dengan apa yang kita terima
dari Rasulullah SAW, tanpa menafsirkan,
mentakwilkan atau menolaknya. Al-Mahdi menurut hadits-hadits yang kita terima
adalah sosok manusia yang Allah akan turunkan di
akhir zaman, meksi tidak ada riwayat yang
memastikan kapan kejadian itu. Selain itu, dijelaskan
bahwa beliau adalah merupakan ahli bait Rasulullah
SAW. Untuk memastikan apakah dia benar Al-Mahdi yang
dimaksud, ada ciri-ciri yang telah disebutkan, yang
paling penting diantaranya adalah bahwa beliau akan
mengisi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya
dipenuhi dengan kezaliman dan kerusakan. Diantara hadits itu antara lain : Dari Ibnu Mas`ud ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Bila tidak kekal dunia ini kecuali sehari saja, maka Allah akan panjangkan hari itu hingga Dia
mengutus seseorang dari aku atau dari ahli baitku,
namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya
sesuai dengan nama ayahku. Dia akan memenuhi
dunia dengan keadilan dan qisth sebagaimana dunia
ini sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan al- Juur. (HR. At-Tirmizy dalam kitab Fitan dan haditsnya
hasan shahih). Dijelaskan bahwa kedatangan Al-Mahdi ini sebelum
turunnya Nabi Isa as. yang akan memberi petunjuk
kepada banyak manusia dan menegakkan hujjah
Allah SWT. Dari Ali bin Abi Tholib Ra ia berkata: Rasulullah SAW
telah bersabda: ” Al-Mahdi dari golongan kami, Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam satu
malam” ( (Musnad Ahmad 2/58 dan sunan Ibnu Majah 2/1367. Hadis ini ditashih oleh Al-Bani dalam
Shohih Al-Jami’ Ash-Shogir 6/22) 3. Nabi Isa Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat kubro
adalah turnnya Nabi Isa as. Beliau akan menjadi
muslimin atau bagian dari umat Islam,
menghancurkan salib dan menghancurkan berhala.
Karena risalah yang beliau bawa adalah risalah yang
bersumber dari Allah juga. Namun turunnya beliau bukan sebagai nabi lagi
karena setelah diangkatnya Rasulullah SAW sebagai
nabi terakhir, maka tidak ada lagi nabi yang turun ke
bumi dengan membawa risalah dari langit. Karena itu Nabi Isa kedudukannya bukan sebagai
Nabi lagi, tapi bagian dari umat Islam ini, berkitab suci
Al-Quran, mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat
menghadap ka’bah, puasa Ramadhan, berhaji ke Mekkah dan menjalankan syariat Islam yang kita
terapkan saat itu. Semua keteragan itu kita dapatkan dari hadits-hatis
Rasulullah yang sampai kepada kita, antara lain: Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as)
menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan
membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi
harta … HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) Untuk lebih dalamnya pembahasan ini, silahkan
merujuk pada kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir.
Juga buku Asyrotus-Saa ’ah (Tanda-tanda kiamat) karangan Yusuf bin Abdulloh bin Yusuf Al Wabil serta
An-Nihayah Fil Fitan Wal malahim (fitnah dan huru
hara) karya Ibnu Katsir.
demikian karena ia menutupi kebenaran dengan
kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan
kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan
dan tipu dayanya terhadap mereka. Ada sejumlah
hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal a. Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya
Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di
hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan
Dajjal. Beliau bersabda: dajjal “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia
pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah
tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian
suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh
seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak
(bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany) b. Hadits lainnya adalah : Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW
bersabda: ” Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah?… (beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal
dan menyebutkan sifat-sifatnya). Ibnu Umar berkata:
Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya,
berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak,
seakan-akan matanya itu buah anggur yang
mengambang, Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu
Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza ’ah (Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237). c. Hadits lainnya adalah : Dari Nawwas bin Sam’an RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal: “Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya
mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya
denga Abdul ‘izz bin Qathn” (Sahih Muslim 18/65) Dan ia dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah
satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak).
Ia akan keluar pada saat kaum muslimin sedang
memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah
untuk mengalahkan kekuatan tersebut. dajjal d. Hadits lainnya adalah hadits yang menjeaslkan
bahwa tertulis di antara dua matanya “Kaafir” atau “Kafara” sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW: Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis
kaafir” (HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59) Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat
kubro. Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan
kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan
dan matinya pepohonan. e. Hadits lainnya menjelaskan tentang Dajjal yang
akan keluar dari arah timur tepatnya dari negri
Khurosan atau Syihristaan. Kemudia ia akan
mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia akan
memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah
karena para malaikan menjaganya. Dari Abu Bakar ash-Shidiq RA ia berkata: Rasulullah
SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal, beliau
bersabda: “Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan” (Tirmidzy 6/495) Dari Fatimah bin Qais RA; Dajjal berkata: “Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak
meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal
di dalamnya selam 40 hari. Kecuali kota Makkah dan
Madinah. Keua kota tersebut diharamkan bagiku.
Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari
keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negeri
tersebut ada malaikat yang menjaganya ” (Shohih Muslim 18/83) f. Hadits lainnya menjelaskan diantara shifat Dajjal
lainnya yaitu ia akan mengaku dirinya sebagai tuhan
dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk
membenarkan pengakuannya dan menarik orang-
orang agar menjadi pengikutnya. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan
Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh
sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia
menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman,
lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan
berbagai syubuhaat” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al- Bany) g. Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka
dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya
adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh
dengan air, gunung dari roti. Ia kan menyuruh langit
untuk merunkan hujan, mak hujan pun turun dan
menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman
tersebut. Dan ia kan menempuh perjalan dengan
cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan
keanehan-keanehan lainnya (HR Muslim 18/65-66) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) 2. Imam Mahdi Ada banyak hadits yang menerangkan sosok Al-
Mahdi itu dan merupakan kewajiban kita untuk
mempercayainya sesuai dengan apa yang kita terima
dari Rasulullah SAW, tanpa menafsirkan,
mentakwilkan atau menolaknya. Al-Mahdi menurut hadits-hadits yang kita terima
adalah sosok manusia yang Allah akan turunkan di
akhir zaman, meksi tidak ada riwayat yang
memastikan kapan kejadian itu. Selain itu, dijelaskan
bahwa beliau adalah merupakan ahli bait Rasulullah
SAW. Untuk memastikan apakah dia benar Al-Mahdi yang
dimaksud, ada ciri-ciri yang telah disebutkan, yang
paling penting diantaranya adalah bahwa beliau akan
mengisi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya
dipenuhi dengan kezaliman dan kerusakan. Diantara hadits itu antara lain : Dari Ibnu Mas`ud ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Bila tidak kekal dunia ini kecuali sehari saja, maka Allah akan panjangkan hari itu hingga Dia
mengutus seseorang dari aku atau dari ahli baitku,
namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya
sesuai dengan nama ayahku. Dia akan memenuhi
dunia dengan keadilan dan qisth sebagaimana dunia
ini sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan al- Juur. (HR. At-Tirmizy dalam kitab Fitan dan haditsnya
hasan shahih). Dijelaskan bahwa kedatangan Al-Mahdi ini sebelum
turunnya Nabi Isa as. yang akan memberi petunjuk
kepada banyak manusia dan menegakkan hujjah
Allah SWT. Dari Ali bin Abi Tholib Ra ia berkata: Rasulullah SAW
telah bersabda: ” Al-Mahdi dari golongan kami, Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam satu
malam” ( (Musnad Ahmad 2/58 dan sunan Ibnu Majah 2/1367. Hadis ini ditashih oleh Al-Bani dalam
Shohih Al-Jami’ Ash-Shogir 6/22) 3. Nabi Isa Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat kubro
adalah turnnya Nabi Isa as. Beliau akan menjadi
muslimin atau bagian dari umat Islam,
menghancurkan salib dan menghancurkan berhala.
Karena risalah yang beliau bawa adalah risalah yang
bersumber dari Allah juga. Namun turunnya beliau bukan sebagai nabi lagi
karena setelah diangkatnya Rasulullah SAW sebagai
nabi terakhir, maka tidak ada lagi nabi yang turun ke
bumi dengan membawa risalah dari langit. Karena itu Nabi Isa kedudukannya bukan sebagai
Nabi lagi, tapi bagian dari umat Islam ini, berkitab suci
Al-Quran, mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat
menghadap ka’bah, puasa Ramadhan, berhaji ke Mekkah dan menjalankan syariat Islam yang kita
terapkan saat itu. Semua keteragan itu kita dapatkan dari hadits-hatis
Rasulullah yang sampai kepada kita, antara lain: Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as)
menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan
membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi
harta … HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) Untuk lebih dalamnya pembahasan ini, silahkan
merujuk pada kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir.
Juga buku Asyrotus-Saa ’ah (Tanda-tanda kiamat) karangan Yusuf bin Abdulloh bin Yusuf Al Wabil serta
An-Nihayah Fil Fitan Wal malahim (fitnah dan huru
hara) karya Ibnu Katsir.
Enam kejadian luar biasa pada manusia menurut islam
Rasulullah SAW bersabda : ‘Takutilah firasat orang mukmin, karena mereka melihat dengan
nur Allah” (hadist Riwayat Tarmizi) Dalam sebuah hadist Qudsi Allah berfirman : “Dan hambaKu yang senantiasa bertaqarrub kepada-
Ku dengan nawafil (ibadah sunnat) sehingga Aku
mencintainya, maka jadilah Aku seolah-olah
sebagai pendengarannya yang ia mendengar
dengannya dan sebagai penglihatannya yang ia
melihat dengannya dan sebagai tangannya yang ia bertindak dengannya dan sebagai kakinya
yang ia bertindak dengannya. Dan andaikata ia
memohon pasti akan Kuberipadanya. Dan
andaikan ia berlindung kepadaKu, pasti Aku
lindungi. ” (Riwayat Abu Hurairah) Apabila seseorang sangat dekat dengan Allah SWT
disebabkan ketaatan dan keikhlasannya, hatinya
senatiasa bersama Allah, takut, rindu dan
cintakan Allah, maka Allahpun dekat dengannya
dan melimpahkan rahmat, kebajikan dan
karuniaNya. Allah mengaruniakan kepada mereka berbagai
kelebihan yang tidak diberikan kepada hamba-
hambaNya yang lain. Diantara kelebihan yang
Allah anugerahkan kepada mereka adalah
mendapat petunjuk, mendapat rezeki dari
sumber yang tidak diduga, mendapat ilmu secara wahbiah (anugerah) tanpa melalui usaha ikhtiar,
mendapat kejadian atau peristiwa luar biasa
yang tidak masuk akal sebagaimana Allah
mengaruniakan mukjizat kepada para Nabi dan
RasulNya. Adapun peristiwa luar biasa yang tidak masuk
akal atau di luar adat kebiasaan itu dapat terbagi
menjadi 6 bagian : 1. Mukjizat, yaitu kejadian luar biasa pada diri
Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul sesudah diangkat
menjadi Rasul. Mukjizat dapat dikategorikan
menjadi 2 jenis. Yang pertama mukjizat lahir
seperti tongkat membelah lautan, tidak merasa
panas dibakar, mengerti bahasa binatang, tongkat menjadi ular, membelah bulan dan
sebagainya, dan yang kedua mukjizat maknawi
misalnya diberi kesabaran untuk mendidik, diberi
A1 Qur’an untuk mendidik manusia sepanjang zaman dan sebagainya. Mukjizat maknawi ini
biasanya diturunkan kepada Rasul-Rasul yang
mendidik manusia dan dia lebih bernilai dari pada
mukjizat lahiriah. 2. Irhash yaitu kejadian luar biasa pada diri Nabi
Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi
Rasul seperti dada dibelah oleh Malaikat tanpa
merasa sakit dan sebagainya. 3. Karamah yaitu kejadian luar biasa pada diri
wali-wali Allah dan para mujaddid. Karamah juga
dapat dikategorikan menjadi 2 jenis. Yang
pertama karamah lahir seperti pandai terbang,
mengusap daun menjadi uang, tidak merasa
panas dibakar, menghidupkan ayam yang sudah mati dengan doanya dan sebagainya, dan yang
kedua karamah maknawi misalnya diberi
kesabaran untuk mendidik dan berjuang, diberi
ilmu-ilmu untuk mendidik manusia, diberi ilmu-
ilmu strategi perjuangan dan sebagainya. Wali
yang berwatak Nabi biasanya Allah beri banyak karamah lahiriah untuk meningkatkan lagi
wibawanya di tengah masyarakat, karena
mereka biasanya tidak berjuang dan tidak
membangunkan jemaah. Sedangkan wali yang
berwatak Rasul dan para mujaddid yang
mendidik manusia lain, biasanya Allah beri karamah maknawiyah untuk memudahkan
mereka mendidik dan membawa masyarakat
kepada Allah. 4. Ma’unah yaitu kejadian luar biasa yang berlaku pada diri orang Islam awam. Biasanya
terjadi karena berkat orang bertaqwa. 5. Istidradj yaitu kejadian luar biasa yang terjadi
pada orang Islam fasik, misalnya tidak mempan
dibakar, dibacok, ditembak dan sebagainya. 6. Sihir yaitu kejadian luar biasa yang terjadi pada
orang kafir, misalnya tidak mempan dibakar,
dibacok, ditembak, membuat orang sakit dari
jauh dan sebagainya. -penerbitan giliran timur-
__._,_.___ Ilmu merupakan harta abstrak titipan
Allah Subhanahu wata ’ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan,
salah satu pengamalannya adalah dengan
membagi-bagikan ilmu itu kepada yang
membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu
yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu
wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak
tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk,
amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau
mampu.
nur Allah” (hadist Riwayat Tarmizi) Dalam sebuah hadist Qudsi Allah berfirman : “Dan hambaKu yang senantiasa bertaqarrub kepada-
Ku dengan nawafil (ibadah sunnat) sehingga Aku
mencintainya, maka jadilah Aku seolah-olah
sebagai pendengarannya yang ia mendengar
dengannya dan sebagai penglihatannya yang ia
melihat dengannya dan sebagai tangannya yang ia bertindak dengannya dan sebagai kakinya
yang ia bertindak dengannya. Dan andaikata ia
memohon pasti akan Kuberipadanya. Dan
andaikan ia berlindung kepadaKu, pasti Aku
lindungi. ” (Riwayat Abu Hurairah) Apabila seseorang sangat dekat dengan Allah SWT
disebabkan ketaatan dan keikhlasannya, hatinya
senatiasa bersama Allah, takut, rindu dan
cintakan Allah, maka Allahpun dekat dengannya
dan melimpahkan rahmat, kebajikan dan
karuniaNya. Allah mengaruniakan kepada mereka berbagai
kelebihan yang tidak diberikan kepada hamba-
hambaNya yang lain. Diantara kelebihan yang
Allah anugerahkan kepada mereka adalah
mendapat petunjuk, mendapat rezeki dari
sumber yang tidak diduga, mendapat ilmu secara wahbiah (anugerah) tanpa melalui usaha ikhtiar,
mendapat kejadian atau peristiwa luar biasa
yang tidak masuk akal sebagaimana Allah
mengaruniakan mukjizat kepada para Nabi dan
RasulNya. Adapun peristiwa luar biasa yang tidak masuk
akal atau di luar adat kebiasaan itu dapat terbagi
menjadi 6 bagian : 1. Mukjizat, yaitu kejadian luar biasa pada diri
Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul sesudah diangkat
menjadi Rasul. Mukjizat dapat dikategorikan
menjadi 2 jenis. Yang pertama mukjizat lahir
seperti tongkat membelah lautan, tidak merasa
panas dibakar, mengerti bahasa binatang, tongkat menjadi ular, membelah bulan dan
sebagainya, dan yang kedua mukjizat maknawi
misalnya diberi kesabaran untuk mendidik, diberi
A1 Qur’an untuk mendidik manusia sepanjang zaman dan sebagainya. Mukjizat maknawi ini
biasanya diturunkan kepada Rasul-Rasul yang
mendidik manusia dan dia lebih bernilai dari pada
mukjizat lahiriah. 2. Irhash yaitu kejadian luar biasa pada diri Nabi
Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi
Rasul seperti dada dibelah oleh Malaikat tanpa
merasa sakit dan sebagainya. 3. Karamah yaitu kejadian luar biasa pada diri
wali-wali Allah dan para mujaddid. Karamah juga
dapat dikategorikan menjadi 2 jenis. Yang
pertama karamah lahir seperti pandai terbang,
mengusap daun menjadi uang, tidak merasa
panas dibakar, menghidupkan ayam yang sudah mati dengan doanya dan sebagainya, dan yang
kedua karamah maknawi misalnya diberi
kesabaran untuk mendidik dan berjuang, diberi
ilmu-ilmu untuk mendidik manusia, diberi ilmu-
ilmu strategi perjuangan dan sebagainya. Wali
yang berwatak Nabi biasanya Allah beri banyak karamah lahiriah untuk meningkatkan lagi
wibawanya di tengah masyarakat, karena
mereka biasanya tidak berjuang dan tidak
membangunkan jemaah. Sedangkan wali yang
berwatak Rasul dan para mujaddid yang
mendidik manusia lain, biasanya Allah beri karamah maknawiyah untuk memudahkan
mereka mendidik dan membawa masyarakat
kepada Allah. 4. Ma’unah yaitu kejadian luar biasa yang berlaku pada diri orang Islam awam. Biasanya
terjadi karena berkat orang bertaqwa. 5. Istidradj yaitu kejadian luar biasa yang terjadi
pada orang Islam fasik, misalnya tidak mempan
dibakar, dibacok, ditembak dan sebagainya. 6. Sihir yaitu kejadian luar biasa yang terjadi pada
orang kafir, misalnya tidak mempan dibakar,
dibacok, ditembak, membuat orang sakit dari
jauh dan sebagainya. -penerbitan giliran timur-
__._,_.___ Ilmu merupakan harta abstrak titipan
Allah Subhanahu wata ’ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan,
salah satu pengamalannya adalah dengan
membagi-bagikan ilmu itu kepada yang
membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu
yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu
wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak
tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk,
amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau
mampu.
Enam kejadian luar biasa pada manusia menurut islam
Rasulullah SAW bersabda : ‘Takutilah firasat orang mukmin, karena mereka melihat dengan
nur Allah” (hadist Riwayat Tarmizi) Dalam sebuah hadist Qudsi Allah berfirman : “Dan hambaKu yang senantiasa bertaqarrub kepada-
Ku dengan nawafil (ibadah sunnat) sehingga Aku
mencintainya, maka jadilah Aku seolah-olah
sebagai pendengarannya yang ia mendengar
dengannya dan sebagai penglihatannya yang ia
melihat dengannya dan sebagai tangannya yang ia bertindak dengannya dan sebagai kakinya
yang ia bertindak dengannya. Dan andaikata ia
memohon pasti akan Kuberipadanya. Dan
andaikan ia berlindung kepadaKu, pasti Aku
lindungi. ” (Riwayat Abu Hurairah) Apabila seseorang sangat dekat dengan Allah SWT
disebabkan ketaatan dan keikhlasannya, hatinya
senatiasa bersama Allah, takut, rindu dan
cintakan Allah, maka Allahpun dekat dengannya
dan melimpahkan rahmat, kebajikan dan
karuniaNya. Allah mengaruniakan kepada mereka berbagai
kelebihan yang tidak diberikan kepada hamba-
hambaNya yang lain. Diantara kelebihan yang
Allah anugerahkan kepada mereka adalah
mendapat petunjuk, mendapat rezeki dari
sumber yang tidak diduga, mendapat ilmu secara wahbiah (anugerah) tanpa melalui usaha ikhtiar,
mendapat kejadian atau peristiwa luar biasa
yang tidak masuk akal sebagaimana Allah
mengaruniakan mukjizat kepada para Nabi dan
RasulNya. Adapun peristiwa luar biasa yang tidak masuk
akal atau di luar adat kebiasaan itu dapat terbagi
menjadi 6 bagian : 1. Mukjizat, yaitu kejadian luar biasa pada diri
Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul sesudah diangkat
menjadi Rasul. Mukjizat dapat dikategorikan
menjadi 2 jenis. Yang pertama mukjizat lahir
seperti tongkat membelah lautan, tidak merasa
panas dibakar, mengerti bahasa binatang, tongkat menjadi ular, membelah bulan dan
sebagainya, dan yang kedua mukjizat maknawi
misalnya diberi kesabaran untuk mendidik, diberi
A1 Qur’an untuk mendidik manusia sepanjang zaman dan sebagainya. Mukjizat maknawi ini
biasanya diturunkan kepada Rasul-Rasul yang
mendidik manusia dan dia lebih bernilai dari pada
mukjizat lahiriah. 2. Irhash yaitu kejadian luar biasa pada diri Nabi
Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi
Rasul seperti dada dibelah oleh Malaikat tanpa
merasa sakit dan sebagainya. 3. Karamah yaitu kejadian luar biasa pada diri
wali-wali Allah dan para mujaddid. Karamah juga
dapat dikategorikan menjadi 2 jenis. Yang
pertama karamah lahir seperti pandai terbang,
mengusap daun menjadi uang, tidak merasa
panas dibakar, menghidupkan ayam yang sudah mati dengan doanya dan sebagainya, dan yang
kedua karamah maknawi misalnya diberi
kesabaran untuk mendidik dan berjuang, diberi
ilmu-ilmu untuk mendidik manusia, diberi ilmu-
ilmu strategi perjuangan dan sebagainya. Wali
yang berwatak Nabi biasanya Allah beri banyak karamah lahiriah untuk meningkatkan lagi
wibawanya di tengah masyarakat, karena
mereka biasanya tidak berjuang dan tidak
membangunkan jemaah. Sedangkan wali yang
berwatak Rasul dan para mujaddid yang
mendidik manusia lain, biasanya Allah beri karamah maknawiyah untuk memudahkan
mereka mendidik dan membawa masyarakat
kepada Allah. 4. Ma’unah yaitu kejadian luar biasa yang berlaku pada diri orang Islam awam. Biasanya
terjadi karena berkat orang bertaqwa. 5. Istidradj yaitu kejadian luar biasa yang terjadi
pada orang Islam fasik, misalnya tidak mempan
dibakar, dibacok, ditembak dan sebagainya. 6. Sihir yaitu kejadian luar biasa yang terjadi pada
orang kafir, misalnya tidak mempan dibakar,
dibacok, ditembak, membuat orang sakit dari
jauh dan sebagainya. -penerbitan giliran timur-
__._,_.___ Ilmu merupakan harta abstrak titipan
Allah Subhanahu wata ’ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan,
salah satu pengamalannya adalah dengan
membagi-bagikan ilmu itu kepada yang
membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu
yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu
wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak
tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk,
amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau
mampu.
nur Allah” (hadist Riwayat Tarmizi) Dalam sebuah hadist Qudsi Allah berfirman : “Dan hambaKu yang senantiasa bertaqarrub kepada-
Ku dengan nawafil (ibadah sunnat) sehingga Aku
mencintainya, maka jadilah Aku seolah-olah
sebagai pendengarannya yang ia mendengar
dengannya dan sebagai penglihatannya yang ia
melihat dengannya dan sebagai tangannya yang ia bertindak dengannya dan sebagai kakinya
yang ia bertindak dengannya. Dan andaikata ia
memohon pasti akan Kuberipadanya. Dan
andaikan ia berlindung kepadaKu, pasti Aku
lindungi. ” (Riwayat Abu Hurairah) Apabila seseorang sangat dekat dengan Allah SWT
disebabkan ketaatan dan keikhlasannya, hatinya
senatiasa bersama Allah, takut, rindu dan
cintakan Allah, maka Allahpun dekat dengannya
dan melimpahkan rahmat, kebajikan dan
karuniaNya. Allah mengaruniakan kepada mereka berbagai
kelebihan yang tidak diberikan kepada hamba-
hambaNya yang lain. Diantara kelebihan yang
Allah anugerahkan kepada mereka adalah
mendapat petunjuk, mendapat rezeki dari
sumber yang tidak diduga, mendapat ilmu secara wahbiah (anugerah) tanpa melalui usaha ikhtiar,
mendapat kejadian atau peristiwa luar biasa
yang tidak masuk akal sebagaimana Allah
mengaruniakan mukjizat kepada para Nabi dan
RasulNya. Adapun peristiwa luar biasa yang tidak masuk
akal atau di luar adat kebiasaan itu dapat terbagi
menjadi 6 bagian : 1. Mukjizat, yaitu kejadian luar biasa pada diri
Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul sesudah diangkat
menjadi Rasul. Mukjizat dapat dikategorikan
menjadi 2 jenis. Yang pertama mukjizat lahir
seperti tongkat membelah lautan, tidak merasa
panas dibakar, mengerti bahasa binatang, tongkat menjadi ular, membelah bulan dan
sebagainya, dan yang kedua mukjizat maknawi
misalnya diberi kesabaran untuk mendidik, diberi
A1 Qur’an untuk mendidik manusia sepanjang zaman dan sebagainya. Mukjizat maknawi ini
biasanya diturunkan kepada Rasul-Rasul yang
mendidik manusia dan dia lebih bernilai dari pada
mukjizat lahiriah. 2. Irhash yaitu kejadian luar biasa pada diri Nabi
Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi
Rasul seperti dada dibelah oleh Malaikat tanpa
merasa sakit dan sebagainya. 3. Karamah yaitu kejadian luar biasa pada diri
wali-wali Allah dan para mujaddid. Karamah juga
dapat dikategorikan menjadi 2 jenis. Yang
pertama karamah lahir seperti pandai terbang,
mengusap daun menjadi uang, tidak merasa
panas dibakar, menghidupkan ayam yang sudah mati dengan doanya dan sebagainya, dan yang
kedua karamah maknawi misalnya diberi
kesabaran untuk mendidik dan berjuang, diberi
ilmu-ilmu untuk mendidik manusia, diberi ilmu-
ilmu strategi perjuangan dan sebagainya. Wali
yang berwatak Nabi biasanya Allah beri banyak karamah lahiriah untuk meningkatkan lagi
wibawanya di tengah masyarakat, karena
mereka biasanya tidak berjuang dan tidak
membangunkan jemaah. Sedangkan wali yang
berwatak Rasul dan para mujaddid yang
mendidik manusia lain, biasanya Allah beri karamah maknawiyah untuk memudahkan
mereka mendidik dan membawa masyarakat
kepada Allah. 4. Ma’unah yaitu kejadian luar biasa yang berlaku pada diri orang Islam awam. Biasanya
terjadi karena berkat orang bertaqwa. 5. Istidradj yaitu kejadian luar biasa yang terjadi
pada orang Islam fasik, misalnya tidak mempan
dibakar, dibacok, ditembak dan sebagainya. 6. Sihir yaitu kejadian luar biasa yang terjadi pada
orang kafir, misalnya tidak mempan dibakar,
dibacok, ditembak, membuat orang sakit dari
jauh dan sebagainya. -penerbitan giliran timur-
__._,_.___ Ilmu merupakan harta abstrak titipan
Allah Subhanahu wata ’ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan,
salah satu pengamalannya adalah dengan
membagi-bagikan ilmu itu kepada yang
membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu
yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu
wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak
tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk,
amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau
mampu.
Mantan pendeta katolik inggris yang masuk islam
LONDON (voa-islam.com): Seorang pendeta Katolik yang menjadi mualaf berbicara tentang alasannya untuk berganti kepercayaan.
Mantan pendeta itu bernama Idris Tawfiq, seorang pembicara tamu di acara Pekan Islam di universitas Cambridge, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengangkat toleransi.
Tawfiq mengatakan: “Ini bukan saya yang pergi untuk mencari Islam. Tapi Islam yang datang mencari saya.”
“Saya menyukai kehidupan saya sebelumnya dan pekerjaan saya, tapi sekarang saya sudah menemukan kedamaian yang saya tidak pernah dapat sebelumnya.”
Tawfiq menjelaskan bahwa dia membuat keputusan untuk meninggalkan dunia pendeta setelah menyadari betapa kesepiannya dia.
“Saya meninggalkan pekerjaan saya, tapi bukan agama Katolik,” katanya.
Tawfiq mengatakan, dia tinggal di Inggris selama 40 tahun dan memiliki pandangan stereotip terhadap Muslim.
Tapi saat liburan di Mesir ia bertemu dan berteman dengan banyak orang Muslim, dan ia mengatakan bahwa ia mulai menyadari bahwa persepsinya tentang Islam selama ini adalah salah.
“Keyakinan Kristen saya perlahan-lahan mulai menjauh dan Islam menjadi lebih dan lebih penting.”
“Saya meninggalkan kependetaan Katolik saya, tidak ada kekerasan dalam Islam, ini benar-benar sangat indah, sangat lembut dan manis,” tambahnya.
Tawfiq sekarang tinggal di Mesir, dan berspekulasi tentang masa depan negara ini setelah lengsernya Hosni Mubarak, ia mengatakan: “Satu hal yang diajarkan oleh Islam, bahwa jangan pernah terkejut dengan apa yang ditawarkan oleh kehidupan.”
“Siapa yang bisa membayangkan, tiga pekan lalu bahwa seorang yang telah memerintah negara selama 30 tahun kemudian tidak lagi berkuasa sekarang?” ia bertanya.
“Ini memberi saya harapan besar bahwa ketika kita berpikir kita tidak bisa melakukan segala sesuatu, oleh Allah kita akan dikaruniai sesuatu yang bisa kita lakukan,” tutupnya. [Za/bbc]
Mantan pendeta itu bernama Idris Tawfiq, seorang pembicara tamu di acara Pekan Islam di universitas Cambridge, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengangkat toleransi.
Tawfiq mengatakan: “Ini bukan saya yang pergi untuk mencari Islam. Tapi Islam yang datang mencari saya.”
“Saya menyukai kehidupan saya sebelumnya dan pekerjaan saya, tapi sekarang saya sudah menemukan kedamaian yang saya tidak pernah dapat sebelumnya.”
Tawfiq menjelaskan bahwa dia membuat keputusan untuk meninggalkan dunia pendeta setelah menyadari betapa kesepiannya dia.
“Saya meninggalkan pekerjaan saya, tapi bukan agama Katolik,” katanya.
Tawfiq mengatakan, dia tinggal di Inggris selama 40 tahun dan memiliki pandangan stereotip terhadap Muslim.
Tapi saat liburan di Mesir ia bertemu dan berteman dengan banyak orang Muslim, dan ia mengatakan bahwa ia mulai menyadari bahwa persepsinya tentang Islam selama ini adalah salah.
“Keyakinan Kristen saya perlahan-lahan mulai menjauh dan Islam menjadi lebih dan lebih penting.”
“Saya meninggalkan kependetaan Katolik saya, tidak ada kekerasan dalam Islam, ini benar-benar sangat indah, sangat lembut dan manis,” tambahnya.
Tawfiq sekarang tinggal di Mesir, dan berspekulasi tentang masa depan negara ini setelah lengsernya Hosni Mubarak, ia mengatakan: “Satu hal yang diajarkan oleh Islam, bahwa jangan pernah terkejut dengan apa yang ditawarkan oleh kehidupan.”
“Siapa yang bisa membayangkan, tiga pekan lalu bahwa seorang yang telah memerintah negara selama 30 tahun kemudian tidak lagi berkuasa sekarang?” ia bertanya.
“Ini memberi saya harapan besar bahwa ketika kita berpikir kita tidak bisa melakukan segala sesuatu, oleh Allah kita akan dikaruniai sesuatu yang bisa kita lakukan,” tutupnya. [Za/bbc]
Mantan pendeta katolik inggris yang masuk islam
LONDON (voa-islam.com): Seorang pendeta Katolik yang menjadi mualaf berbicara tentang alasannya untuk berganti kepercayaan.
Mantan pendeta itu bernama Idris Tawfiq, seorang pembicara tamu di acara Pekan Islam di universitas Cambridge, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengangkat toleransi.
Tawfiq mengatakan: “Ini bukan saya yang pergi untuk mencari Islam. Tapi Islam yang datang mencari saya.”
“Saya menyukai kehidupan saya sebelumnya dan pekerjaan saya, tapi sekarang saya sudah menemukan kedamaian yang saya tidak pernah dapat sebelumnya.”
Tawfiq menjelaskan bahwa dia membuat keputusan untuk meninggalkan dunia pendeta setelah menyadari betapa kesepiannya dia.
“Saya meninggalkan pekerjaan saya, tapi bukan agama Katolik,” katanya.
Tawfiq mengatakan, dia tinggal di Inggris selama 40 tahun dan memiliki pandangan stereotip terhadap Muslim.
Tapi saat liburan di Mesir ia bertemu dan berteman dengan banyak orang Muslim, dan ia mengatakan bahwa ia mulai menyadari bahwa persepsinya tentang Islam selama ini adalah salah.
“Keyakinan Kristen saya perlahan-lahan mulai menjauh dan Islam menjadi lebih dan lebih penting.”
“Saya meninggalkan kependetaan Katolik saya, tidak ada kekerasan dalam Islam, ini benar-benar sangat indah, sangat lembut dan manis,” tambahnya.
Tawfiq sekarang tinggal di Mesir, dan berspekulasi tentang masa depan negara ini setelah lengsernya Hosni Mubarak, ia mengatakan: “Satu hal yang diajarkan oleh Islam, bahwa jangan pernah terkejut dengan apa yang ditawarkan oleh kehidupan.”
“Siapa yang bisa membayangkan, tiga pekan lalu bahwa seorang yang telah memerintah negara selama 30 tahun kemudian tidak lagi berkuasa sekarang?” ia bertanya.
“Ini memberi saya harapan besar bahwa ketika kita berpikir kita tidak bisa melakukan segala sesuatu, oleh Allah kita akan dikaruniai sesuatu yang bisa kita lakukan,” tutupnya. [Za/bbc]
Mantan pendeta itu bernama Idris Tawfiq, seorang pembicara tamu di acara Pekan Islam di universitas Cambridge, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengangkat toleransi.
Tawfiq mengatakan: “Ini bukan saya yang pergi untuk mencari Islam. Tapi Islam yang datang mencari saya.”
“Saya menyukai kehidupan saya sebelumnya dan pekerjaan saya, tapi sekarang saya sudah menemukan kedamaian yang saya tidak pernah dapat sebelumnya.”
Tawfiq menjelaskan bahwa dia membuat keputusan untuk meninggalkan dunia pendeta setelah menyadari betapa kesepiannya dia.
“Saya meninggalkan pekerjaan saya, tapi bukan agama Katolik,” katanya.
Tawfiq mengatakan, dia tinggal di Inggris selama 40 tahun dan memiliki pandangan stereotip terhadap Muslim.
Tapi saat liburan di Mesir ia bertemu dan berteman dengan banyak orang Muslim, dan ia mengatakan bahwa ia mulai menyadari bahwa persepsinya tentang Islam selama ini adalah salah.
“Keyakinan Kristen saya perlahan-lahan mulai menjauh dan Islam menjadi lebih dan lebih penting.”
“Saya meninggalkan kependetaan Katolik saya, tidak ada kekerasan dalam Islam, ini benar-benar sangat indah, sangat lembut dan manis,” tambahnya.
Tawfiq sekarang tinggal di Mesir, dan berspekulasi tentang masa depan negara ini setelah lengsernya Hosni Mubarak, ia mengatakan: “Satu hal yang diajarkan oleh Islam, bahwa jangan pernah terkejut dengan apa yang ditawarkan oleh kehidupan.”
“Siapa yang bisa membayangkan, tiga pekan lalu bahwa seorang yang telah memerintah negara selama 30 tahun kemudian tidak lagi berkuasa sekarang?” ia bertanya.
“Ini memberi saya harapan besar bahwa ketika kita berpikir kita tidak bisa melakukan segala sesuatu, oleh Allah kita akan dikaruniai sesuatu yang bisa kita lakukan,” tutupnya. [Za/bbc]
kisah tentang pendeta roma yang masuk islam
Oleh
Amjad bin Imron Salhub Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta
salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah,
keluarga dan para sahabatnya, serta siapa saja
yang mengikuti sunnahnya dan menjadikan
ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat. Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang
senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-
contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan
petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu
tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk
itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga,
sehingga mereka dijadikan permisalan, dan
sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya. Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari
kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah
Ta’ala, pasti Dia Azza wa Jalla akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan
dapat dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar
di alam nyata ini, yaitu kenikmati Islam. Semoga
Allah merahmati Syaikh kami Al-Albani yang
sering mengulang-ngulangi perkataan. “Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan As- Sunnah”. Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah.:
“Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orang ‘ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia
membimbingnya kepada sunnah Rasulullah. Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-
Nya”. Inilah kalimat tauhid, kalimat yang baik dan kunci
surga. Kalimat inilah stasiun pertama dari jalan
panjang yang penuh dengan onak dan duri,
kalimat taqwa bukanlah kalimat yang mudah bagi
seseorang insan yang ingin menggerakkan
lisannya untuk mengucapkannya, demikian juga ketika dia ingin mengeluarkannya dari hatinya
yang paling dalam. Karena, ketika seorang insan
ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling
dalam, maka dia harus mengetahui terlebih
dahulu, bahwa kalimat itu keluar dengan seizin
Allah Ta’ala. Demikianlah yang dialami oleh Ibrahim (dulu
bernama Danial) –semoga Allah memerliharanya, meluruskannya diatas jalan keistiqomahan, serta
menutup lembaran hidupnya diatas Islam- Inilah dia yang akan menceritakan kepada kita,
bagaimana dia meninggalkan agama kaumnya
(Nasrani) menuju Islam, dan bagaimana dia telah
mengorbankan kekayaan ayahnya serta
kemewahan hidupnya, di suatu jalan (hakekat
terbesar), demi mencari kebebasan akal dan jiwa. Ibrahim (dulu bernama Danial) –semoga Allah memeliharanya, dan mengokohkannya diatas
jalan keistiqomahan- menceritakan : Saya adalah seorang lelaki dari keluarga Roma,
seorang anak dari keluarga kaya, semasa kecil,
saya hidup dengan kemewahan dan
kemakmuran. Demikianlah, kulalui masa kecilku.
Ketika masa remajapun, saya banyak
menghabiskan waktu dengan kemewahan bersama teman-temanku, ketika itu saya memiliki
sebuah mobil mewah dan uang, sehingga saya
bisa memiliki segala sesuatu dan tidak pernah
kekurangan. Akan tetapi sejak kecil, saya senantiasa merasa
bahwa dalam kehidupan ini ada yang kurang, dan
saya yakin bahwa ada sesuatu yang salah di
dalam hidupku, serta suatu kekosongan yang
harus kupenuhi, karena semua sarana kehidupan
ini bukanlah tujuanku. Saya mulai tertarik dengan agama, dan mulailah
kubaca Injil, pergi ke gereja, serta kusibukkan
diriku dengan membaca buku-buku agama
Kristen. Dari buku-buku yang kubaca tersebut,
mulai kudapatkan sebagian jawaban atas
berbagai pertanyaannku, akan tetapi tetap saja belum sempurna Dahulu saya bangun pagi setiap hari dan pergi ke
pantai, saya merenungi laut sambil membaca
buku-buku dan shalat Setelah dua bulan dari
permulaan hidupku ini, saya merasa mantap
bahwa saya tidak mampu terus menerus
menjalani hidupku seperti biasanya setelah beragama. Ketika itu, saya mendatangi ayahku
dan kukabarkan kepadanya bahwa saya tidak
bisa melanjutkan bekerja dengannya, saya juga
pergi mendatangi ibu dan saudara-saudariku dan
kukabarkan kepada mereka bahwa saya telah
mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka Kemudian kusiapkan tasku lalu naik kereta tanpa
kuketahui ke mana saya hendak pergi, hingga
saya tiba di kota Polon, kemudian saya masuk ke
Ad-Dir [1] disana, lalu naik gunung yang tinggi.
Saya menetap di gunung selama kira-kira sebulan,
saya tidak berbicara dengan siapapun, saya hanya membaca dan beribadah. Sekitar tiga tahun, saya senantiasa berpindah-
pindah dari satu Ad-Dir ke Ad-Dir yang lain, saya
membaca dan beribadah, kebalikannya para
pendeta yang tidak bisa meninggalkan Ad-Dir
mereka, karena saya tidak pernah memberikan
janji untuk menjadi seorang pendeta di suatu Ad- Dir tertentu, dan janji tersebut akan
menghalangiku untuk keluar masuk darinya. Setelah itu, saya memutuskan untuk berkelilng ke
berbagai negeri, maka saya memulai perjalanan
panjangku dari Italia melalui Slovania, Hungaria,
Nimsa, Romania, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan,
dari sana menuju India. Semua perjalanan ini saya
tempuh melalui jalur darat. Saya mendengar suara adzan di Turki, dan saya sudah pernah
mendengarnya di Kairo (Mesir) pada perjalananku
sebelumnya, akan tetapi kali ini sangat terkesan,
sehingga saya mencintai Dalam perjalanan pulang, saya bertemu dengan
seorang muslim Syi’ah di perbatasan Iran dan Pakistan, dia dan temannya menjamuku dan mulai
menjelaskan kepadaku tentang Islam versi
Syi’ah. Keduanya menyebutkan Imam Duabelas dan mereka tidak menjelaskan kepadaku tentang
Islam dengan sebenarnya, bahkan mereka
memfokuskan pada ajaran Syi ’ah dan Imam Ali Radhiyallahu ‘anhu, serta tentang penantian mereka terhadap seorang Imam yang ikhlas, yang
akan datang untuk membebaskan manusia. Semua diskusi tersebut sama sekali tidak menarik
perhatianku, dan saya belum mendapatkan
jawaban atas berbagai pertanyaanku dalam
rangka mencari hakekat kebenaran. Orang
Syi’ah itu menawarkan kepadaku untuk mempelajari Islam di kota Qum, Iran, selama tiga
bulan tanpa dipungut biaya, akan tetapi saya
memilih untuk melanjutkan perjalananku dan
kutinggalkan mereka. Kemudian saya menuju India, dan ketika saya
turun dari kereta, pertama yang kulihat adalah
manusia yang membawa kendi-kendi di pagi hari
sekali dengan berlari-lari kecil menuju kedalam
kota, maka kuikuti mereka dan saya melihat
mereka berthowaf mengelilingi sapi betina yang tebuat dari emas, ketika itu saya sadar bahwa
India bukanlah tempat yang kucari. Setelah itu, saya kembali ke Italia dan dirawat di
rumah sakit selama sebulan penuh, hampir saja
saya meninggal dikarenakan penyakit yang saya
derita ketika di India, akan tetapi Allah telah
menyelamatkanku, Alhamdulillah. Saya keluar dari rumah sakit menuju rumah, dan
mulailah saya berfikir tentang langkah-langkah
yang akan saya ambil setelah perjalanan panjang
ini, maka saya memutuskan untuk terus dalam
jalanku mencari hakekat kebenaran. Saya kembali
ke Ad-Dir dan mulailah kujalani kehidupan seorang pendeta di sebuah Ad-Dir di Roma. Pada
waktu itu saya telah diminta oleh para pembesar
pendeta disana untuk memberikan kalimat dan
janji. Pada malam itu, saya berfikir panjang, dan
keesokan harinya saya memutuskan untuk tidak
memberikan janji kepada mereka lalu kutinggalkan Ad-Dir tersebut. Saya merasa ada sesuatu yang mendorongku
untuk keluar dari Ad-Dir, setelah itu saya menuju
Al-Quds karena saya beriman akan kesuciannya.
Maka mulailah saya berpergian menuju Al-Quds
melalui jalur darat melewati berbagai negeri,
sampai akhirnya saya tiba di Siria, Lebanon, Oman dan Al-Quds, saya tinggal disana seminggu,
kemudian saya kembali ke Italia, maka
bertambahlah pertanyaan-pertanyaanku, saya
kembali ke rumah lalu kubuka Injil. Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban
untuk membaca Injil dari permulaannya, maka
saya memulai dari Taurat, menelusuri kisah-kisah
para nabi bani Israel. Pada tahap ini mulai nampak
jelas di dalam diriku makna-makna kerasulan
hakiki yang Allah mengutus kepadanya, mulailah saya merasakannya, sehingga muncullah
berbagai pertanyaan yang belum saya dapatkan
jawabannya, saya berusaha menemukan
jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dari
perpustakaanku yang penuh dengan buku-buku
tentang Injil dan Taurat. Pada saat itu, saya teringat suara adzan yang
pernah kudengar ketika berkeliling ke berbagai
negeri serta pengetahuanku bahwa kaum
muslimin beriman terhadap Tuhan yang satu, tiada
sesembahan yang berhak disembah selain Dia.
Dan inilah yang dulu saya yakini, maka saya berkomitmen : Saya harus berkenalan dengan
Islam, kemudian mulailah ku-kumpulkan buku-
buku tentang Islam, diantara yang saya miliki
adalah terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Italia, yang pernah saya beli ketika berkeliling ke
berbagai negeri. Setelah kutelaah buku-buku tersebut, saya
berkesimpulan bahwa Islam tidak seperti yang
dipahami oleh mayoritas orang-orang barat, yaitu
sebagai agama pembunuh, perampok dan teroris.
Akan tetapi yang saya dapati adalah Islam itu
agama kasih sayang dan petunjuk, serta sangat dekat dengan makna hakiki dari Taurat dan Injil. Kemudian saya putuskan untuk kembali ke Al-
Quds, karena saya yakin bahwa Al-Quds adalah
tempat turunnya kerasulan terdahulu, akan tetapi
kali ini saya menaiki pesawat terbang dari Italia
menuju Al-Quds. Saya turun di tempat turunnya
para pendeta dan peziarah dibawah panduan hause bus Armenia di daerah negeri kuno. Di
dalam tasku, saya tidak membawa sesuatu
kecuali sedikit pakaian, terjemahan Al-Qur ’an, Injil dan Taurat, kemudian saya mulai membaca
lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi, saya
membandingkan kandungan Al-Qur ’an dengan isi Taurat dan Injil, sehingga saya berkesimpulan
bahwa kandungan Al-Qur ’an sangat dekat dengan ajaran Musa dan Isa ‘Alaihis salam yang asli Selanjutnya saya mulai berdialog dengan kaum
muslimin untuk menanyakan kepada mereka
tentang Islam, sampai akhirnya saya bertemu
dengan sahabatku yang mulia Wasiim Hujair, kami
berbincang-bincang tentang Islam. Saya juga
banyak bertemu dengan teman-teman, mereka menjelaskan kepada saya tentang Islam. Setelah
itu, saudara Wasiim mengatakan kepadaku
bahwa dia akan mengadakan suatu pertemuan
antara saya dengan salah seorang da’i dari teman-temannya para da’i. Pertemuan itu berlangsung dengan saudara yang
mulia Amjad Salhub, kemudian terjadilan
perbincangan yang bagus tentang agama Islam.
Diantara perkara yang paling mempengaruhiku
adalah kisah sahabat yang mulia, Salman Al-Farisi
Radhiyallahu ‘anhu, karena didalamnya ada kemiripan dengan ceritaku tentang pencarian
hakekat kebenaran. Kami berkumpul lagi dalam pertemuan yang lain
dengan saudara Amjad beserta teman-temannya,
diantaranya Fadhilatusy Syaikh Hisyam Al-Arif
Hafidhohullah, maka berlangsunglah dialog
tentang Islam dan keagungannya, kebetulan
ketika itu saya memiliki beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh Syaikh. Setalah itu, saya terus menerus berkomunikasi
dengan saudara Amjad yang dengan sabar
menjelaskan jawaban atas mayoritas pertanyaan-
pertanyaannku. Pada saat seperti itu di depan
saya ada dua pilihan, antara saya mengikuti
kebenaran atau menolaknya, dan saya sama sekali tidak sanggup menolak kebenaran tersebut
setelah saya meyakini bahwa Islam adalah jalan
yang benar. Pada saat itu juga, saya merasakan bahwa waktu
untuk mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat
telah tiba. Ternyata tiba-tiba saudara Amjad
mendatangiku bertepatan dengan waktu
dikumandangkannya adzan untuk shalat dhuhur.
Waktu itu benar-benar telah tiba, sehingga tiada pilihan bagiku kecuali saya mengucapkan. “Asyhadu An Laa Ilaha Illallahu Wa Anna Muhammadan Rasulullah” Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-
Nya. Maka serta merta saudara Amjad memeluku
dengan pelukan yang ramah, seraya memberikan
ucapan selamat atas ke-Islamanku, kemudian
kami sujud syukur sebagaimana ungkapan terima
kasih kepada Allah atas anugerah nikmat ini.
Kemudian saya diminta mandi [2] dan berangkat ke Masjid Al-Aqsho untuk menunaikan shalat
dhuhur. Di tempat tersebut setelah shalat, saya menemui
jama’ah shalat dengan syahadat, yaitu persaksian kebenaran dan tauhid yang telah Allah
anugerahkan kepadaku. Setelah saya mengetahui
bahwa siapa saja yang masuk Islam wajib
baginya berkhitan, maka segala puji dan anugerah
milik Allah, saya tunaikan kewajiban berkhitan
tersebut sebagai bentuk meneladani bepaknya para nabi, yaitu Ibrahim Alaihis sallam yang
melakukan khitan pada usia 80 tahun.[3] Itulah diriku, saya telah memulai hidup baru
dibawah naungan agama kebenaran, agama yang
penuh dengan kasih sayang dan cahaya. Saya
senantiasa menuntut ilmu agama dari kitab Allah
Ta’ala dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan manhaj salaf
(pendahulu) umat ini, dari kalangan para sahabat
Radhiyallahu ‘anhum beserta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari
kiamat. Segala puji bagi Allah atas anugerah Islam dan As-
Sunnah. [Dialihbahasakan oleh Abu Zahro Imam Wahyudi
Lc dari majalah Ad-Da’wah As-Salafiyah – Palestina edisi Perdana, Muharram 1427H
halaman 21-24] [Disalin dari majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah
Vol 5 No 3 Edisi 27 - Shafar 1428H. Penerbit
Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Alamat Jl Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]
__________
Foote Note
[1]. Ad-Dir = Istilah untuk gereja yang terpencil di
pedalaman.
[2]. Sebagaimana hadits Qoish bin Ashim, beliau menceritakan : “ Ketika beliau masuk Islam. Rasulullah memerintahkannya untuk mandi
dengan air yang dicampur bidara” [HR An-Nasari, At-Tummudzi dan Abu Daud. Dishahihkan oleh Al-
Albani dalam Al-Irwa no. 128]
[3]. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ibrahim berkhitan ketika umur 80 tahun dengan “Al-Qoduum” (nama alat atau tempat)” [HR Al-Bukhari 3356 dan Muslim 2370] Sumber Artikel : WWW.ALMANHAJ.OR.ID http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/04/
kisah-tentang-pendeta-roma-yang-masuk-islam/
Amjad bin Imron Salhub Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta
salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah,
keluarga dan para sahabatnya, serta siapa saja
yang mengikuti sunnahnya dan menjadikan
ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat. Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang
senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-
contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan
petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu
tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk
itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga,
sehingga mereka dijadikan permisalan, dan
sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya. Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari
kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah
Ta’ala, pasti Dia Azza wa Jalla akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan
dapat dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar
di alam nyata ini, yaitu kenikmati Islam. Semoga
Allah merahmati Syaikh kami Al-Albani yang
sering mengulang-ngulangi perkataan. “Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan As- Sunnah”. Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah.:
“Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orang ‘ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia
membimbingnya kepada sunnah Rasulullah. Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-
Nya”. Inilah kalimat tauhid, kalimat yang baik dan kunci
surga. Kalimat inilah stasiun pertama dari jalan
panjang yang penuh dengan onak dan duri,
kalimat taqwa bukanlah kalimat yang mudah bagi
seseorang insan yang ingin menggerakkan
lisannya untuk mengucapkannya, demikian juga ketika dia ingin mengeluarkannya dari hatinya
yang paling dalam. Karena, ketika seorang insan
ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling
dalam, maka dia harus mengetahui terlebih
dahulu, bahwa kalimat itu keluar dengan seizin
Allah Ta’ala. Demikianlah yang dialami oleh Ibrahim (dulu
bernama Danial) –semoga Allah memerliharanya, meluruskannya diatas jalan keistiqomahan, serta
menutup lembaran hidupnya diatas Islam- Inilah dia yang akan menceritakan kepada kita,
bagaimana dia meninggalkan agama kaumnya
(Nasrani) menuju Islam, dan bagaimana dia telah
mengorbankan kekayaan ayahnya serta
kemewahan hidupnya, di suatu jalan (hakekat
terbesar), demi mencari kebebasan akal dan jiwa. Ibrahim (dulu bernama Danial) –semoga Allah memeliharanya, dan mengokohkannya diatas
jalan keistiqomahan- menceritakan : Saya adalah seorang lelaki dari keluarga Roma,
seorang anak dari keluarga kaya, semasa kecil,
saya hidup dengan kemewahan dan
kemakmuran. Demikianlah, kulalui masa kecilku.
Ketika masa remajapun, saya banyak
menghabiskan waktu dengan kemewahan bersama teman-temanku, ketika itu saya memiliki
sebuah mobil mewah dan uang, sehingga saya
bisa memiliki segala sesuatu dan tidak pernah
kekurangan. Akan tetapi sejak kecil, saya senantiasa merasa
bahwa dalam kehidupan ini ada yang kurang, dan
saya yakin bahwa ada sesuatu yang salah di
dalam hidupku, serta suatu kekosongan yang
harus kupenuhi, karena semua sarana kehidupan
ini bukanlah tujuanku. Saya mulai tertarik dengan agama, dan mulailah
kubaca Injil, pergi ke gereja, serta kusibukkan
diriku dengan membaca buku-buku agama
Kristen. Dari buku-buku yang kubaca tersebut,
mulai kudapatkan sebagian jawaban atas
berbagai pertanyaannku, akan tetapi tetap saja belum sempurna Dahulu saya bangun pagi setiap hari dan pergi ke
pantai, saya merenungi laut sambil membaca
buku-buku dan shalat Setelah dua bulan dari
permulaan hidupku ini, saya merasa mantap
bahwa saya tidak mampu terus menerus
menjalani hidupku seperti biasanya setelah beragama. Ketika itu, saya mendatangi ayahku
dan kukabarkan kepadanya bahwa saya tidak
bisa melanjutkan bekerja dengannya, saya juga
pergi mendatangi ibu dan saudara-saudariku dan
kukabarkan kepada mereka bahwa saya telah
mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka Kemudian kusiapkan tasku lalu naik kereta tanpa
kuketahui ke mana saya hendak pergi, hingga
saya tiba di kota Polon, kemudian saya masuk ke
Ad-Dir [1] disana, lalu naik gunung yang tinggi.
Saya menetap di gunung selama kira-kira sebulan,
saya tidak berbicara dengan siapapun, saya hanya membaca dan beribadah. Sekitar tiga tahun, saya senantiasa berpindah-
pindah dari satu Ad-Dir ke Ad-Dir yang lain, saya
membaca dan beribadah, kebalikannya para
pendeta yang tidak bisa meninggalkan Ad-Dir
mereka, karena saya tidak pernah memberikan
janji untuk menjadi seorang pendeta di suatu Ad- Dir tertentu, dan janji tersebut akan
menghalangiku untuk keluar masuk darinya. Setelah itu, saya memutuskan untuk berkelilng ke
berbagai negeri, maka saya memulai perjalanan
panjangku dari Italia melalui Slovania, Hungaria,
Nimsa, Romania, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan,
dari sana menuju India. Semua perjalanan ini saya
tempuh melalui jalur darat. Saya mendengar suara adzan di Turki, dan saya sudah pernah
mendengarnya di Kairo (Mesir) pada perjalananku
sebelumnya, akan tetapi kali ini sangat terkesan,
sehingga saya mencintai Dalam perjalanan pulang, saya bertemu dengan
seorang muslim Syi’ah di perbatasan Iran dan Pakistan, dia dan temannya menjamuku dan mulai
menjelaskan kepadaku tentang Islam versi
Syi’ah. Keduanya menyebutkan Imam Duabelas dan mereka tidak menjelaskan kepadaku tentang
Islam dengan sebenarnya, bahkan mereka
memfokuskan pada ajaran Syi ’ah dan Imam Ali Radhiyallahu ‘anhu, serta tentang penantian mereka terhadap seorang Imam yang ikhlas, yang
akan datang untuk membebaskan manusia. Semua diskusi tersebut sama sekali tidak menarik
perhatianku, dan saya belum mendapatkan
jawaban atas berbagai pertanyaanku dalam
rangka mencari hakekat kebenaran. Orang
Syi’ah itu menawarkan kepadaku untuk mempelajari Islam di kota Qum, Iran, selama tiga
bulan tanpa dipungut biaya, akan tetapi saya
memilih untuk melanjutkan perjalananku dan
kutinggalkan mereka. Kemudian saya menuju India, dan ketika saya
turun dari kereta, pertama yang kulihat adalah
manusia yang membawa kendi-kendi di pagi hari
sekali dengan berlari-lari kecil menuju kedalam
kota, maka kuikuti mereka dan saya melihat
mereka berthowaf mengelilingi sapi betina yang tebuat dari emas, ketika itu saya sadar bahwa
India bukanlah tempat yang kucari. Setelah itu, saya kembali ke Italia dan dirawat di
rumah sakit selama sebulan penuh, hampir saja
saya meninggal dikarenakan penyakit yang saya
derita ketika di India, akan tetapi Allah telah
menyelamatkanku, Alhamdulillah. Saya keluar dari rumah sakit menuju rumah, dan
mulailah saya berfikir tentang langkah-langkah
yang akan saya ambil setelah perjalanan panjang
ini, maka saya memutuskan untuk terus dalam
jalanku mencari hakekat kebenaran. Saya kembali
ke Ad-Dir dan mulailah kujalani kehidupan seorang pendeta di sebuah Ad-Dir di Roma. Pada
waktu itu saya telah diminta oleh para pembesar
pendeta disana untuk memberikan kalimat dan
janji. Pada malam itu, saya berfikir panjang, dan
keesokan harinya saya memutuskan untuk tidak
memberikan janji kepada mereka lalu kutinggalkan Ad-Dir tersebut. Saya merasa ada sesuatu yang mendorongku
untuk keluar dari Ad-Dir, setelah itu saya menuju
Al-Quds karena saya beriman akan kesuciannya.
Maka mulailah saya berpergian menuju Al-Quds
melalui jalur darat melewati berbagai negeri,
sampai akhirnya saya tiba di Siria, Lebanon, Oman dan Al-Quds, saya tinggal disana seminggu,
kemudian saya kembali ke Italia, maka
bertambahlah pertanyaan-pertanyaanku, saya
kembali ke rumah lalu kubuka Injil. Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban
untuk membaca Injil dari permulaannya, maka
saya memulai dari Taurat, menelusuri kisah-kisah
para nabi bani Israel. Pada tahap ini mulai nampak
jelas di dalam diriku makna-makna kerasulan
hakiki yang Allah mengutus kepadanya, mulailah saya merasakannya, sehingga muncullah
berbagai pertanyaan yang belum saya dapatkan
jawabannya, saya berusaha menemukan
jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dari
perpustakaanku yang penuh dengan buku-buku
tentang Injil dan Taurat. Pada saat itu, saya teringat suara adzan yang
pernah kudengar ketika berkeliling ke berbagai
negeri serta pengetahuanku bahwa kaum
muslimin beriman terhadap Tuhan yang satu, tiada
sesembahan yang berhak disembah selain Dia.
Dan inilah yang dulu saya yakini, maka saya berkomitmen : Saya harus berkenalan dengan
Islam, kemudian mulailah ku-kumpulkan buku-
buku tentang Islam, diantara yang saya miliki
adalah terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Italia, yang pernah saya beli ketika berkeliling ke
berbagai negeri. Setelah kutelaah buku-buku tersebut, saya
berkesimpulan bahwa Islam tidak seperti yang
dipahami oleh mayoritas orang-orang barat, yaitu
sebagai agama pembunuh, perampok dan teroris.
Akan tetapi yang saya dapati adalah Islam itu
agama kasih sayang dan petunjuk, serta sangat dekat dengan makna hakiki dari Taurat dan Injil. Kemudian saya putuskan untuk kembali ke Al-
Quds, karena saya yakin bahwa Al-Quds adalah
tempat turunnya kerasulan terdahulu, akan tetapi
kali ini saya menaiki pesawat terbang dari Italia
menuju Al-Quds. Saya turun di tempat turunnya
para pendeta dan peziarah dibawah panduan hause bus Armenia di daerah negeri kuno. Di
dalam tasku, saya tidak membawa sesuatu
kecuali sedikit pakaian, terjemahan Al-Qur ’an, Injil dan Taurat, kemudian saya mulai membaca
lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi, saya
membandingkan kandungan Al-Qur ’an dengan isi Taurat dan Injil, sehingga saya berkesimpulan
bahwa kandungan Al-Qur ’an sangat dekat dengan ajaran Musa dan Isa ‘Alaihis salam yang asli Selanjutnya saya mulai berdialog dengan kaum
muslimin untuk menanyakan kepada mereka
tentang Islam, sampai akhirnya saya bertemu
dengan sahabatku yang mulia Wasiim Hujair, kami
berbincang-bincang tentang Islam. Saya juga
banyak bertemu dengan teman-teman, mereka menjelaskan kepada saya tentang Islam. Setelah
itu, saudara Wasiim mengatakan kepadaku
bahwa dia akan mengadakan suatu pertemuan
antara saya dengan salah seorang da’i dari teman-temannya para da’i. Pertemuan itu berlangsung dengan saudara yang
mulia Amjad Salhub, kemudian terjadilan
perbincangan yang bagus tentang agama Islam.
Diantara perkara yang paling mempengaruhiku
adalah kisah sahabat yang mulia, Salman Al-Farisi
Radhiyallahu ‘anhu, karena didalamnya ada kemiripan dengan ceritaku tentang pencarian
hakekat kebenaran. Kami berkumpul lagi dalam pertemuan yang lain
dengan saudara Amjad beserta teman-temannya,
diantaranya Fadhilatusy Syaikh Hisyam Al-Arif
Hafidhohullah, maka berlangsunglah dialog
tentang Islam dan keagungannya, kebetulan
ketika itu saya memiliki beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh Syaikh. Setalah itu, saya terus menerus berkomunikasi
dengan saudara Amjad yang dengan sabar
menjelaskan jawaban atas mayoritas pertanyaan-
pertanyaannku. Pada saat seperti itu di depan
saya ada dua pilihan, antara saya mengikuti
kebenaran atau menolaknya, dan saya sama sekali tidak sanggup menolak kebenaran tersebut
setelah saya meyakini bahwa Islam adalah jalan
yang benar. Pada saat itu juga, saya merasakan bahwa waktu
untuk mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat
telah tiba. Ternyata tiba-tiba saudara Amjad
mendatangiku bertepatan dengan waktu
dikumandangkannya adzan untuk shalat dhuhur.
Waktu itu benar-benar telah tiba, sehingga tiada pilihan bagiku kecuali saya mengucapkan. “Asyhadu An Laa Ilaha Illallahu Wa Anna Muhammadan Rasulullah” Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-
Nya. Maka serta merta saudara Amjad memeluku
dengan pelukan yang ramah, seraya memberikan
ucapan selamat atas ke-Islamanku, kemudian
kami sujud syukur sebagaimana ungkapan terima
kasih kepada Allah atas anugerah nikmat ini.
Kemudian saya diminta mandi [2] dan berangkat ke Masjid Al-Aqsho untuk menunaikan shalat
dhuhur. Di tempat tersebut setelah shalat, saya menemui
jama’ah shalat dengan syahadat, yaitu persaksian kebenaran dan tauhid yang telah Allah
anugerahkan kepadaku. Setelah saya mengetahui
bahwa siapa saja yang masuk Islam wajib
baginya berkhitan, maka segala puji dan anugerah
milik Allah, saya tunaikan kewajiban berkhitan
tersebut sebagai bentuk meneladani bepaknya para nabi, yaitu Ibrahim Alaihis sallam yang
melakukan khitan pada usia 80 tahun.[3] Itulah diriku, saya telah memulai hidup baru
dibawah naungan agama kebenaran, agama yang
penuh dengan kasih sayang dan cahaya. Saya
senantiasa menuntut ilmu agama dari kitab Allah
Ta’ala dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan manhaj salaf
(pendahulu) umat ini, dari kalangan para sahabat
Radhiyallahu ‘anhum beserta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari
kiamat. Segala puji bagi Allah atas anugerah Islam dan As-
Sunnah. [Dialihbahasakan oleh Abu Zahro Imam Wahyudi
Lc dari majalah Ad-Da’wah As-Salafiyah – Palestina edisi Perdana, Muharram 1427H
halaman 21-24] [Disalin dari majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah
Vol 5 No 3 Edisi 27 - Shafar 1428H. Penerbit
Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Alamat Jl Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]
__________
Foote Note
[1]. Ad-Dir = Istilah untuk gereja yang terpencil di
pedalaman.
[2]. Sebagaimana hadits Qoish bin Ashim, beliau menceritakan : “ Ketika beliau masuk Islam. Rasulullah memerintahkannya untuk mandi
dengan air yang dicampur bidara” [HR An-Nasari, At-Tummudzi dan Abu Daud. Dishahihkan oleh Al-
Albani dalam Al-Irwa no. 128]
[3]. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ibrahim berkhitan ketika umur 80 tahun dengan “Al-Qoduum” (nama alat atau tempat)” [HR Al-Bukhari 3356 dan Muslim 2370] Sumber Artikel : WWW.ALMANHAJ.OR.ID http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/04/
kisah-tentang-pendeta-roma-yang-masuk-islam/
kisah tentang pendeta roma yang masuk islam
Oleh
Amjad bin Imron Salhub Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta
salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah,
keluarga dan para sahabatnya, serta siapa saja
yang mengikuti sunnahnya dan menjadikan
ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat. Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang
senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-
contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan
petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu
tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk
itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga,
sehingga mereka dijadikan permisalan, dan
sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya. Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari
kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah
Ta’ala, pasti Dia Azza wa Jalla akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan
dapat dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar
di alam nyata ini, yaitu kenikmati Islam. Semoga
Allah merahmati Syaikh kami Al-Albani yang
sering mengulang-ngulangi perkataan. “Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan As- Sunnah”. Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah.:
“Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orang ‘ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia
membimbingnya kepada sunnah Rasulullah. Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-
Nya”. Inilah kalimat tauhid, kalimat yang baik dan kunci
surga. Kalimat inilah stasiun pertama dari jalan
panjang yang penuh dengan onak dan duri,
kalimat taqwa bukanlah kalimat yang mudah bagi
seseorang insan yang ingin menggerakkan
lisannya untuk mengucapkannya, demikian juga ketika dia ingin mengeluarkannya dari hatinya
yang paling dalam. Karena, ketika seorang insan
ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling
dalam, maka dia harus mengetahui terlebih
dahulu, bahwa kalimat itu keluar dengan seizin
Allah Ta’ala. Demikianlah yang dialami oleh Ibrahim (dulu
bernama Danial) –semoga Allah memerliharanya, meluruskannya diatas jalan keistiqomahan, serta
menutup lembaran hidupnya diatas Islam- Inilah dia yang akan menceritakan kepada kita,
bagaimana dia meninggalkan agama kaumnya
(Nasrani) menuju Islam, dan bagaimana dia telah
mengorbankan kekayaan ayahnya serta
kemewahan hidupnya, di suatu jalan (hakekat
terbesar), demi mencari kebebasan akal dan jiwa. Ibrahim (dulu bernama Danial) –semoga Allah memeliharanya, dan mengokohkannya diatas
jalan keistiqomahan- menceritakan : Saya adalah seorang lelaki dari keluarga Roma,
seorang anak dari keluarga kaya, semasa kecil,
saya hidup dengan kemewahan dan
kemakmuran. Demikianlah, kulalui masa kecilku.
Ketika masa remajapun, saya banyak
menghabiskan waktu dengan kemewahan bersama teman-temanku, ketika itu saya memiliki
sebuah mobil mewah dan uang, sehingga saya
bisa memiliki segala sesuatu dan tidak pernah
kekurangan. Akan tetapi sejak kecil, saya senantiasa merasa
bahwa dalam kehidupan ini ada yang kurang, dan
saya yakin bahwa ada sesuatu yang salah di
dalam hidupku, serta suatu kekosongan yang
harus kupenuhi, karena semua sarana kehidupan
ini bukanlah tujuanku. Saya mulai tertarik dengan agama, dan mulailah
kubaca Injil, pergi ke gereja, serta kusibukkan
diriku dengan membaca buku-buku agama
Kristen. Dari buku-buku yang kubaca tersebut,
mulai kudapatkan sebagian jawaban atas
berbagai pertanyaannku, akan tetapi tetap saja belum sempurna Dahulu saya bangun pagi setiap hari dan pergi ke
pantai, saya merenungi laut sambil membaca
buku-buku dan shalat Setelah dua bulan dari
permulaan hidupku ini, saya merasa mantap
bahwa saya tidak mampu terus menerus
menjalani hidupku seperti biasanya setelah beragama. Ketika itu, saya mendatangi ayahku
dan kukabarkan kepadanya bahwa saya tidak
bisa melanjutkan bekerja dengannya, saya juga
pergi mendatangi ibu dan saudara-saudariku dan
kukabarkan kepada mereka bahwa saya telah
mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka Kemudian kusiapkan tasku lalu naik kereta tanpa
kuketahui ke mana saya hendak pergi, hingga
saya tiba di kota Polon, kemudian saya masuk ke
Ad-Dir [1] disana, lalu naik gunung yang tinggi.
Saya menetap di gunung selama kira-kira sebulan,
saya tidak berbicara dengan siapapun, saya hanya membaca dan beribadah. Sekitar tiga tahun, saya senantiasa berpindah-
pindah dari satu Ad-Dir ke Ad-Dir yang lain, saya
membaca dan beribadah, kebalikannya para
pendeta yang tidak bisa meninggalkan Ad-Dir
mereka, karena saya tidak pernah memberikan
janji untuk menjadi seorang pendeta di suatu Ad- Dir tertentu, dan janji tersebut akan
menghalangiku untuk keluar masuk darinya. Setelah itu, saya memutuskan untuk berkelilng ke
berbagai negeri, maka saya memulai perjalanan
panjangku dari Italia melalui Slovania, Hungaria,
Nimsa, Romania, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan,
dari sana menuju India. Semua perjalanan ini saya
tempuh melalui jalur darat. Saya mendengar suara adzan di Turki, dan saya sudah pernah
mendengarnya di Kairo (Mesir) pada perjalananku
sebelumnya, akan tetapi kali ini sangat terkesan,
sehingga saya mencintai Dalam perjalanan pulang, saya bertemu dengan
seorang muslim Syi’ah di perbatasan Iran dan Pakistan, dia dan temannya menjamuku dan mulai
menjelaskan kepadaku tentang Islam versi
Syi’ah. Keduanya menyebutkan Imam Duabelas dan mereka tidak menjelaskan kepadaku tentang
Islam dengan sebenarnya, bahkan mereka
memfokuskan pada ajaran Syi ’ah dan Imam Ali Radhiyallahu ‘anhu, serta tentang penantian mereka terhadap seorang Imam yang ikhlas, yang
akan datang untuk membebaskan manusia. Semua diskusi tersebut sama sekali tidak menarik
perhatianku, dan saya belum mendapatkan
jawaban atas berbagai pertanyaanku dalam
rangka mencari hakekat kebenaran. Orang
Syi’ah itu menawarkan kepadaku untuk mempelajari Islam di kota Qum, Iran, selama tiga
bulan tanpa dipungut biaya, akan tetapi saya
memilih untuk melanjutkan perjalananku dan
kutinggalkan mereka. Kemudian saya menuju India, dan ketika saya
turun dari kereta, pertama yang kulihat adalah
manusia yang membawa kendi-kendi di pagi hari
sekali dengan berlari-lari kecil menuju kedalam
kota, maka kuikuti mereka dan saya melihat
mereka berthowaf mengelilingi sapi betina yang tebuat dari emas, ketika itu saya sadar bahwa
India bukanlah tempat yang kucari. Setelah itu, saya kembali ke Italia dan dirawat di
rumah sakit selama sebulan penuh, hampir saja
saya meninggal dikarenakan penyakit yang saya
derita ketika di India, akan tetapi Allah telah
menyelamatkanku, Alhamdulillah. Saya keluar dari rumah sakit menuju rumah, dan
mulailah saya berfikir tentang langkah-langkah
yang akan saya ambil setelah perjalanan panjang
ini, maka saya memutuskan untuk terus dalam
jalanku mencari hakekat kebenaran. Saya kembali
ke Ad-Dir dan mulailah kujalani kehidupan seorang pendeta di sebuah Ad-Dir di Roma. Pada
waktu itu saya telah diminta oleh para pembesar
pendeta disana untuk memberikan kalimat dan
janji. Pada malam itu, saya berfikir panjang, dan
keesokan harinya saya memutuskan untuk tidak
memberikan janji kepada mereka lalu kutinggalkan Ad-Dir tersebut. Saya merasa ada sesuatu yang mendorongku
untuk keluar dari Ad-Dir, setelah itu saya menuju
Al-Quds karena saya beriman akan kesuciannya.
Maka mulailah saya berpergian menuju Al-Quds
melalui jalur darat melewati berbagai negeri,
sampai akhirnya saya tiba di Siria, Lebanon, Oman dan Al-Quds, saya tinggal disana seminggu,
kemudian saya kembali ke Italia, maka
bertambahlah pertanyaan-pertanyaanku, saya
kembali ke rumah lalu kubuka Injil. Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban
untuk membaca Injil dari permulaannya, maka
saya memulai dari Taurat, menelusuri kisah-kisah
para nabi bani Israel. Pada tahap ini mulai nampak
jelas di dalam diriku makna-makna kerasulan
hakiki yang Allah mengutus kepadanya, mulailah saya merasakannya, sehingga muncullah
berbagai pertanyaan yang belum saya dapatkan
jawabannya, saya berusaha menemukan
jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dari
perpustakaanku yang penuh dengan buku-buku
tentang Injil dan Taurat. Pada saat itu, saya teringat suara adzan yang
pernah kudengar ketika berkeliling ke berbagai
negeri serta pengetahuanku bahwa kaum
muslimin beriman terhadap Tuhan yang satu, tiada
sesembahan yang berhak disembah selain Dia.
Dan inilah yang dulu saya yakini, maka saya berkomitmen : Saya harus berkenalan dengan
Islam, kemudian mulailah ku-kumpulkan buku-
buku tentang Islam, diantara yang saya miliki
adalah terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Italia, yang pernah saya beli ketika berkeliling ke
berbagai negeri. Setelah kutelaah buku-buku tersebut, saya
berkesimpulan bahwa Islam tidak seperti yang
dipahami oleh mayoritas orang-orang barat, yaitu
sebagai agama pembunuh, perampok dan teroris.
Akan tetapi yang saya dapati adalah Islam itu
agama kasih sayang dan petunjuk, serta sangat dekat dengan makna hakiki dari Taurat dan Injil. Kemudian saya putuskan untuk kembali ke Al-
Quds, karena saya yakin bahwa Al-Quds adalah
tempat turunnya kerasulan terdahulu, akan tetapi
kali ini saya menaiki pesawat terbang dari Italia
menuju Al-Quds. Saya turun di tempat turunnya
para pendeta dan peziarah dibawah panduan hause bus Armenia di daerah negeri kuno. Di
dalam tasku, saya tidak membawa sesuatu
kecuali sedikit pakaian, terjemahan Al-Qur ’an, Injil dan Taurat, kemudian saya mulai membaca
lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi, saya
membandingkan kandungan Al-Qur ’an dengan isi Taurat dan Injil, sehingga saya berkesimpulan
bahwa kandungan Al-Qur ’an sangat dekat dengan ajaran Musa dan Isa ‘Alaihis salam yang asli Selanjutnya saya mulai berdialog dengan kaum
muslimin untuk menanyakan kepada mereka
tentang Islam, sampai akhirnya saya bertemu
dengan sahabatku yang mulia Wasiim Hujair, kami
berbincang-bincang tentang Islam. Saya juga
banyak bertemu dengan teman-teman, mereka menjelaskan kepada saya tentang Islam. Setelah
itu, saudara Wasiim mengatakan kepadaku
bahwa dia akan mengadakan suatu pertemuan
antara saya dengan salah seorang da’i dari teman-temannya para da’i. Pertemuan itu berlangsung dengan saudara yang
mulia Amjad Salhub, kemudian terjadilan
perbincangan yang bagus tentang agama Islam.
Diantara perkara yang paling mempengaruhiku
adalah kisah sahabat yang mulia, Salman Al-Farisi
Radhiyallahu ‘anhu, karena didalamnya ada kemiripan dengan ceritaku tentang pencarian
hakekat kebenaran. Kami berkumpul lagi dalam pertemuan yang lain
dengan saudara Amjad beserta teman-temannya,
diantaranya Fadhilatusy Syaikh Hisyam Al-Arif
Hafidhohullah, maka berlangsunglah dialog
tentang Islam dan keagungannya, kebetulan
ketika itu saya memiliki beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh Syaikh. Setalah itu, saya terus menerus berkomunikasi
dengan saudara Amjad yang dengan sabar
menjelaskan jawaban atas mayoritas pertanyaan-
pertanyaannku. Pada saat seperti itu di depan
saya ada dua pilihan, antara saya mengikuti
kebenaran atau menolaknya, dan saya sama sekali tidak sanggup menolak kebenaran tersebut
setelah saya meyakini bahwa Islam adalah jalan
yang benar. Pada saat itu juga, saya merasakan bahwa waktu
untuk mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat
telah tiba. Ternyata tiba-tiba saudara Amjad
mendatangiku bertepatan dengan waktu
dikumandangkannya adzan untuk shalat dhuhur.
Waktu itu benar-benar telah tiba, sehingga tiada pilihan bagiku kecuali saya mengucapkan. “Asyhadu An Laa Ilaha Illallahu Wa Anna Muhammadan Rasulullah” Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-
Nya. Maka serta merta saudara Amjad memeluku
dengan pelukan yang ramah, seraya memberikan
ucapan selamat atas ke-Islamanku, kemudian
kami sujud syukur sebagaimana ungkapan terima
kasih kepada Allah atas anugerah nikmat ini.
Kemudian saya diminta mandi [2] dan berangkat ke Masjid Al-Aqsho untuk menunaikan shalat
dhuhur. Di tempat tersebut setelah shalat, saya menemui
jama’ah shalat dengan syahadat, yaitu persaksian kebenaran dan tauhid yang telah Allah
anugerahkan kepadaku. Setelah saya mengetahui
bahwa siapa saja yang masuk Islam wajib
baginya berkhitan, maka segala puji dan anugerah
milik Allah, saya tunaikan kewajiban berkhitan
tersebut sebagai bentuk meneladani bepaknya para nabi, yaitu Ibrahim Alaihis sallam yang
melakukan khitan pada usia 80 tahun.[3] Itulah diriku, saya telah memulai hidup baru
dibawah naungan agama kebenaran, agama yang
penuh dengan kasih sayang dan cahaya. Saya
senantiasa menuntut ilmu agama dari kitab Allah
Ta’ala dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan manhaj salaf
(pendahulu) umat ini, dari kalangan para sahabat
Radhiyallahu ‘anhum beserta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari
kiamat. Segala puji bagi Allah atas anugerah Islam dan As-
Sunnah. [Dialihbahasakan oleh Abu Zahro Imam Wahyudi
Lc dari majalah Ad-Da’wah As-Salafiyah – Palestina edisi Perdana, Muharram 1427H
halaman 21-24] [Disalin dari majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah
Vol 5 No 3 Edisi 27 - Shafar 1428H. Penerbit
Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Alamat Jl Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]
__________
Foote Note
[1]. Ad-Dir = Istilah untuk gereja yang terpencil di
pedalaman.
[2]. Sebagaimana hadits Qoish bin Ashim, beliau menceritakan : “ Ketika beliau masuk Islam. Rasulullah memerintahkannya untuk mandi
dengan air yang dicampur bidara” [HR An-Nasari, At-Tummudzi dan Abu Daud. Dishahihkan oleh Al-
Albani dalam Al-Irwa no. 128]
[3]. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ibrahim berkhitan ketika umur 80 tahun dengan “Al-Qoduum” (nama alat atau tempat)” [HR Al-Bukhari 3356 dan Muslim 2370] Sumber Artikel : WWW.ALMANHAJ.OR.ID http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/04/
kisah-tentang-pendeta-roma-yang-masuk-islam/
Amjad bin Imron Salhub Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta
salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah,
keluarga dan para sahabatnya, serta siapa saja
yang mengikuti sunnahnya dan menjadikan
ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat. Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang
senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-
contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan
petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu
tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk
itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga,
sehingga mereka dijadikan permisalan, dan
sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya. Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari
kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah
Ta’ala, pasti Dia Azza wa Jalla akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan
dapat dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar
di alam nyata ini, yaitu kenikmati Islam. Semoga
Allah merahmati Syaikh kami Al-Albani yang
sering mengulang-ngulangi perkataan. “Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan As- Sunnah”. Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah.:
“Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orang ‘ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia
membimbingnya kepada sunnah Rasulullah. Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-
Nya”. Inilah kalimat tauhid, kalimat yang baik dan kunci
surga. Kalimat inilah stasiun pertama dari jalan
panjang yang penuh dengan onak dan duri,
kalimat taqwa bukanlah kalimat yang mudah bagi
seseorang insan yang ingin menggerakkan
lisannya untuk mengucapkannya, demikian juga ketika dia ingin mengeluarkannya dari hatinya
yang paling dalam. Karena, ketika seorang insan
ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling
dalam, maka dia harus mengetahui terlebih
dahulu, bahwa kalimat itu keluar dengan seizin
Allah Ta’ala. Demikianlah yang dialami oleh Ibrahim (dulu
bernama Danial) –semoga Allah memerliharanya, meluruskannya diatas jalan keistiqomahan, serta
menutup lembaran hidupnya diatas Islam- Inilah dia yang akan menceritakan kepada kita,
bagaimana dia meninggalkan agama kaumnya
(Nasrani) menuju Islam, dan bagaimana dia telah
mengorbankan kekayaan ayahnya serta
kemewahan hidupnya, di suatu jalan (hakekat
terbesar), demi mencari kebebasan akal dan jiwa. Ibrahim (dulu bernama Danial) –semoga Allah memeliharanya, dan mengokohkannya diatas
jalan keistiqomahan- menceritakan : Saya adalah seorang lelaki dari keluarga Roma,
seorang anak dari keluarga kaya, semasa kecil,
saya hidup dengan kemewahan dan
kemakmuran. Demikianlah, kulalui masa kecilku.
Ketika masa remajapun, saya banyak
menghabiskan waktu dengan kemewahan bersama teman-temanku, ketika itu saya memiliki
sebuah mobil mewah dan uang, sehingga saya
bisa memiliki segala sesuatu dan tidak pernah
kekurangan. Akan tetapi sejak kecil, saya senantiasa merasa
bahwa dalam kehidupan ini ada yang kurang, dan
saya yakin bahwa ada sesuatu yang salah di
dalam hidupku, serta suatu kekosongan yang
harus kupenuhi, karena semua sarana kehidupan
ini bukanlah tujuanku. Saya mulai tertarik dengan agama, dan mulailah
kubaca Injil, pergi ke gereja, serta kusibukkan
diriku dengan membaca buku-buku agama
Kristen. Dari buku-buku yang kubaca tersebut,
mulai kudapatkan sebagian jawaban atas
berbagai pertanyaannku, akan tetapi tetap saja belum sempurna Dahulu saya bangun pagi setiap hari dan pergi ke
pantai, saya merenungi laut sambil membaca
buku-buku dan shalat Setelah dua bulan dari
permulaan hidupku ini, saya merasa mantap
bahwa saya tidak mampu terus menerus
menjalani hidupku seperti biasanya setelah beragama. Ketika itu, saya mendatangi ayahku
dan kukabarkan kepadanya bahwa saya tidak
bisa melanjutkan bekerja dengannya, saya juga
pergi mendatangi ibu dan saudara-saudariku dan
kukabarkan kepada mereka bahwa saya telah
mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka Kemudian kusiapkan tasku lalu naik kereta tanpa
kuketahui ke mana saya hendak pergi, hingga
saya tiba di kota Polon, kemudian saya masuk ke
Ad-Dir [1] disana, lalu naik gunung yang tinggi.
Saya menetap di gunung selama kira-kira sebulan,
saya tidak berbicara dengan siapapun, saya hanya membaca dan beribadah. Sekitar tiga tahun, saya senantiasa berpindah-
pindah dari satu Ad-Dir ke Ad-Dir yang lain, saya
membaca dan beribadah, kebalikannya para
pendeta yang tidak bisa meninggalkan Ad-Dir
mereka, karena saya tidak pernah memberikan
janji untuk menjadi seorang pendeta di suatu Ad- Dir tertentu, dan janji tersebut akan
menghalangiku untuk keluar masuk darinya. Setelah itu, saya memutuskan untuk berkelilng ke
berbagai negeri, maka saya memulai perjalanan
panjangku dari Italia melalui Slovania, Hungaria,
Nimsa, Romania, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan,
dari sana menuju India. Semua perjalanan ini saya
tempuh melalui jalur darat. Saya mendengar suara adzan di Turki, dan saya sudah pernah
mendengarnya di Kairo (Mesir) pada perjalananku
sebelumnya, akan tetapi kali ini sangat terkesan,
sehingga saya mencintai Dalam perjalanan pulang, saya bertemu dengan
seorang muslim Syi’ah di perbatasan Iran dan Pakistan, dia dan temannya menjamuku dan mulai
menjelaskan kepadaku tentang Islam versi
Syi’ah. Keduanya menyebutkan Imam Duabelas dan mereka tidak menjelaskan kepadaku tentang
Islam dengan sebenarnya, bahkan mereka
memfokuskan pada ajaran Syi ’ah dan Imam Ali Radhiyallahu ‘anhu, serta tentang penantian mereka terhadap seorang Imam yang ikhlas, yang
akan datang untuk membebaskan manusia. Semua diskusi tersebut sama sekali tidak menarik
perhatianku, dan saya belum mendapatkan
jawaban atas berbagai pertanyaanku dalam
rangka mencari hakekat kebenaran. Orang
Syi’ah itu menawarkan kepadaku untuk mempelajari Islam di kota Qum, Iran, selama tiga
bulan tanpa dipungut biaya, akan tetapi saya
memilih untuk melanjutkan perjalananku dan
kutinggalkan mereka. Kemudian saya menuju India, dan ketika saya
turun dari kereta, pertama yang kulihat adalah
manusia yang membawa kendi-kendi di pagi hari
sekali dengan berlari-lari kecil menuju kedalam
kota, maka kuikuti mereka dan saya melihat
mereka berthowaf mengelilingi sapi betina yang tebuat dari emas, ketika itu saya sadar bahwa
India bukanlah tempat yang kucari. Setelah itu, saya kembali ke Italia dan dirawat di
rumah sakit selama sebulan penuh, hampir saja
saya meninggal dikarenakan penyakit yang saya
derita ketika di India, akan tetapi Allah telah
menyelamatkanku, Alhamdulillah. Saya keluar dari rumah sakit menuju rumah, dan
mulailah saya berfikir tentang langkah-langkah
yang akan saya ambil setelah perjalanan panjang
ini, maka saya memutuskan untuk terus dalam
jalanku mencari hakekat kebenaran. Saya kembali
ke Ad-Dir dan mulailah kujalani kehidupan seorang pendeta di sebuah Ad-Dir di Roma. Pada
waktu itu saya telah diminta oleh para pembesar
pendeta disana untuk memberikan kalimat dan
janji. Pada malam itu, saya berfikir panjang, dan
keesokan harinya saya memutuskan untuk tidak
memberikan janji kepada mereka lalu kutinggalkan Ad-Dir tersebut. Saya merasa ada sesuatu yang mendorongku
untuk keluar dari Ad-Dir, setelah itu saya menuju
Al-Quds karena saya beriman akan kesuciannya.
Maka mulailah saya berpergian menuju Al-Quds
melalui jalur darat melewati berbagai negeri,
sampai akhirnya saya tiba di Siria, Lebanon, Oman dan Al-Quds, saya tinggal disana seminggu,
kemudian saya kembali ke Italia, maka
bertambahlah pertanyaan-pertanyaanku, saya
kembali ke rumah lalu kubuka Injil. Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban
untuk membaca Injil dari permulaannya, maka
saya memulai dari Taurat, menelusuri kisah-kisah
para nabi bani Israel. Pada tahap ini mulai nampak
jelas di dalam diriku makna-makna kerasulan
hakiki yang Allah mengutus kepadanya, mulailah saya merasakannya, sehingga muncullah
berbagai pertanyaan yang belum saya dapatkan
jawabannya, saya berusaha menemukan
jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dari
perpustakaanku yang penuh dengan buku-buku
tentang Injil dan Taurat. Pada saat itu, saya teringat suara adzan yang
pernah kudengar ketika berkeliling ke berbagai
negeri serta pengetahuanku bahwa kaum
muslimin beriman terhadap Tuhan yang satu, tiada
sesembahan yang berhak disembah selain Dia.
Dan inilah yang dulu saya yakini, maka saya berkomitmen : Saya harus berkenalan dengan
Islam, kemudian mulailah ku-kumpulkan buku-
buku tentang Islam, diantara yang saya miliki
adalah terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Italia, yang pernah saya beli ketika berkeliling ke
berbagai negeri. Setelah kutelaah buku-buku tersebut, saya
berkesimpulan bahwa Islam tidak seperti yang
dipahami oleh mayoritas orang-orang barat, yaitu
sebagai agama pembunuh, perampok dan teroris.
Akan tetapi yang saya dapati adalah Islam itu
agama kasih sayang dan petunjuk, serta sangat dekat dengan makna hakiki dari Taurat dan Injil. Kemudian saya putuskan untuk kembali ke Al-
Quds, karena saya yakin bahwa Al-Quds adalah
tempat turunnya kerasulan terdahulu, akan tetapi
kali ini saya menaiki pesawat terbang dari Italia
menuju Al-Quds. Saya turun di tempat turunnya
para pendeta dan peziarah dibawah panduan hause bus Armenia di daerah negeri kuno. Di
dalam tasku, saya tidak membawa sesuatu
kecuali sedikit pakaian, terjemahan Al-Qur ’an, Injil dan Taurat, kemudian saya mulai membaca
lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi, saya
membandingkan kandungan Al-Qur ’an dengan isi Taurat dan Injil, sehingga saya berkesimpulan
bahwa kandungan Al-Qur ’an sangat dekat dengan ajaran Musa dan Isa ‘Alaihis salam yang asli Selanjutnya saya mulai berdialog dengan kaum
muslimin untuk menanyakan kepada mereka
tentang Islam, sampai akhirnya saya bertemu
dengan sahabatku yang mulia Wasiim Hujair, kami
berbincang-bincang tentang Islam. Saya juga
banyak bertemu dengan teman-teman, mereka menjelaskan kepada saya tentang Islam. Setelah
itu, saudara Wasiim mengatakan kepadaku
bahwa dia akan mengadakan suatu pertemuan
antara saya dengan salah seorang da’i dari teman-temannya para da’i. Pertemuan itu berlangsung dengan saudara yang
mulia Amjad Salhub, kemudian terjadilan
perbincangan yang bagus tentang agama Islam.
Diantara perkara yang paling mempengaruhiku
adalah kisah sahabat yang mulia, Salman Al-Farisi
Radhiyallahu ‘anhu, karena didalamnya ada kemiripan dengan ceritaku tentang pencarian
hakekat kebenaran. Kami berkumpul lagi dalam pertemuan yang lain
dengan saudara Amjad beserta teman-temannya,
diantaranya Fadhilatusy Syaikh Hisyam Al-Arif
Hafidhohullah, maka berlangsunglah dialog
tentang Islam dan keagungannya, kebetulan
ketika itu saya memiliki beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh Syaikh. Setalah itu, saya terus menerus berkomunikasi
dengan saudara Amjad yang dengan sabar
menjelaskan jawaban atas mayoritas pertanyaan-
pertanyaannku. Pada saat seperti itu di depan
saya ada dua pilihan, antara saya mengikuti
kebenaran atau menolaknya, dan saya sama sekali tidak sanggup menolak kebenaran tersebut
setelah saya meyakini bahwa Islam adalah jalan
yang benar. Pada saat itu juga, saya merasakan bahwa waktu
untuk mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat
telah tiba. Ternyata tiba-tiba saudara Amjad
mendatangiku bertepatan dengan waktu
dikumandangkannya adzan untuk shalat dhuhur.
Waktu itu benar-benar telah tiba, sehingga tiada pilihan bagiku kecuali saya mengucapkan. “Asyhadu An Laa Ilaha Illallahu Wa Anna Muhammadan Rasulullah” Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-
Nya. Maka serta merta saudara Amjad memeluku
dengan pelukan yang ramah, seraya memberikan
ucapan selamat atas ke-Islamanku, kemudian
kami sujud syukur sebagaimana ungkapan terima
kasih kepada Allah atas anugerah nikmat ini.
Kemudian saya diminta mandi [2] dan berangkat ke Masjid Al-Aqsho untuk menunaikan shalat
dhuhur. Di tempat tersebut setelah shalat, saya menemui
jama’ah shalat dengan syahadat, yaitu persaksian kebenaran dan tauhid yang telah Allah
anugerahkan kepadaku. Setelah saya mengetahui
bahwa siapa saja yang masuk Islam wajib
baginya berkhitan, maka segala puji dan anugerah
milik Allah, saya tunaikan kewajiban berkhitan
tersebut sebagai bentuk meneladani bepaknya para nabi, yaitu Ibrahim Alaihis sallam yang
melakukan khitan pada usia 80 tahun.[3] Itulah diriku, saya telah memulai hidup baru
dibawah naungan agama kebenaran, agama yang
penuh dengan kasih sayang dan cahaya. Saya
senantiasa menuntut ilmu agama dari kitab Allah
Ta’ala dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan manhaj salaf
(pendahulu) umat ini, dari kalangan para sahabat
Radhiyallahu ‘anhum beserta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari
kiamat. Segala puji bagi Allah atas anugerah Islam dan As-
Sunnah. [Dialihbahasakan oleh Abu Zahro Imam Wahyudi
Lc dari majalah Ad-Da’wah As-Salafiyah – Palestina edisi Perdana, Muharram 1427H
halaman 21-24] [Disalin dari majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah
Vol 5 No 3 Edisi 27 - Shafar 1428H. Penerbit
Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Alamat Jl Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]
__________
Foote Note
[1]. Ad-Dir = Istilah untuk gereja yang terpencil di
pedalaman.
[2]. Sebagaimana hadits Qoish bin Ashim, beliau menceritakan : “ Ketika beliau masuk Islam. Rasulullah memerintahkannya untuk mandi
dengan air yang dicampur bidara” [HR An-Nasari, At-Tummudzi dan Abu Daud. Dishahihkan oleh Al-
Albani dalam Al-Irwa no. 128]
[3]. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ibrahim berkhitan ketika umur 80 tahun dengan “Al-Qoduum” (nama alat atau tempat)” [HR Al-Bukhari 3356 dan Muslim 2370] Sumber Artikel : WWW.ALMANHAJ.OR.ID http://alqiyamah.wordpress.com/2008/10/04/
kisah-tentang-pendeta-roma-yang-masuk-islam/
Mana pengakuan Yesus beragama kristen bahwa ada di al- kitab???
Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa
mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di
antara mereka bisa memberikan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam
Alkitab bahwa Yesus beragama Kristen?
Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main- main, padahal kami benar-benar serius dan akan
menepati janji bila ada diantara umat Kristiani
atau dari agama manapun yang bisa
memberikan bukti berupa ayat-ayatnya yang
tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus
bahwa dia beragama Kristen. Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu
apa nama agama Yesus yang sebenarnya? Siapa
saja yang bisa menunjukkan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar
tertulis di dalam Alkitab (Bible), pengakuan Yesus
bahwa dia beragama Kristen? Banvak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa
sesungguhnya Yesus bukan beragama Kristen
dan yang menamakan agama itu `Kristen ’ bukan Yesus, tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di
Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat Alkitab dibawah
ini :
“Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati
mereka, supaya mereka semua tetap setia
kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang
baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.
Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu
pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia
membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal
bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun
lamanya, sambil mengajar banyak orang.
Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama
kalinya disebut Kristen. ’ (Kis 11:23-26)
Ayat diatas membuktikan bahwa yang
menamakan agama itu “Kristen’ bukan Yesus. tetapi Barnabas dan Paulus.
Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau
agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab
nama “Kristen’ itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu
kapan Yesus mati dan kapan agama yang
dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang
kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh
kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam
buku “Religions on File” Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar
tahun 29 M (Masehi). Sementara Paulus dan
Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun
42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13)
setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen
bentukan Barnabas dan Paulus.
Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an,
tidak dijumpai satu pun kata “Kristen”, yang ada kata “Nashara” karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut
“Nashrani” bukan Kristen. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, kata “Kristen’ hanya disebutkan paling banyak 6 (enam) kali, yaitu
pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2
Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16)
mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di
antara mereka bisa memberikan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam
Alkitab bahwa Yesus beragama Kristen?
Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main- main, padahal kami benar-benar serius dan akan
menepati janji bila ada diantara umat Kristiani
atau dari agama manapun yang bisa
memberikan bukti berupa ayat-ayatnya yang
tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus
bahwa dia beragama Kristen. Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu
apa nama agama Yesus yang sebenarnya? Siapa
saja yang bisa menunjukkan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar
tertulis di dalam Alkitab (Bible), pengakuan Yesus
bahwa dia beragama Kristen? Banvak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa
sesungguhnya Yesus bukan beragama Kristen
dan yang menamakan agama itu `Kristen ’ bukan Yesus, tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di
Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat Alkitab dibawah
ini :
“Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati
mereka, supaya mereka semua tetap setia
kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang
baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.
Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu
pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia
membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal
bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun
lamanya, sambil mengajar banyak orang.
Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama
kalinya disebut Kristen. ’ (Kis 11:23-26)
Ayat diatas membuktikan bahwa yang
menamakan agama itu “Kristen’ bukan Yesus. tetapi Barnabas dan Paulus.
Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau
agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab
nama “Kristen’ itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu
kapan Yesus mati dan kapan agama yang
dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang
kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh
kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam
buku “Religions on File” Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar
tahun 29 M (Masehi). Sementara Paulus dan
Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun
42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13)
setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen
bentukan Barnabas dan Paulus.
Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an,
tidak dijumpai satu pun kata “Kristen”, yang ada kata “Nashara” karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut
“Nashrani” bukan Kristen. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, kata “Kristen’ hanya disebutkan paling banyak 6 (enam) kali, yaitu
pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2
Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16)
Mana pengakuan Yesus beragama kristen bahwa ada di al- kitab???
Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa
mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di
antara mereka bisa memberikan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam
Alkitab bahwa Yesus beragama Kristen?
Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main- main, padahal kami benar-benar serius dan akan
menepati janji bila ada diantara umat Kristiani
atau dari agama manapun yang bisa
memberikan bukti berupa ayat-ayatnya yang
tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus
bahwa dia beragama Kristen. Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu
apa nama agama Yesus yang sebenarnya? Siapa
saja yang bisa menunjukkan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar
tertulis di dalam Alkitab (Bible), pengakuan Yesus
bahwa dia beragama Kristen? Banvak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa
sesungguhnya Yesus bukan beragama Kristen
dan yang menamakan agama itu `Kristen ’ bukan Yesus, tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di
Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat Alkitab dibawah
ini :
“Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati
mereka, supaya mereka semua tetap setia
kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang
baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.
Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu
pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia
membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal
bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun
lamanya, sambil mengajar banyak orang.
Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama
kalinya disebut Kristen. ’ (Kis 11:23-26)
Ayat diatas membuktikan bahwa yang
menamakan agama itu “Kristen’ bukan Yesus. tetapi Barnabas dan Paulus.
Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau
agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab
nama “Kristen’ itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu
kapan Yesus mati dan kapan agama yang
dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang
kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh
kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam
buku “Religions on File” Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar
tahun 29 M (Masehi). Sementara Paulus dan
Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun
42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13)
setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen
bentukan Barnabas dan Paulus.
Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an,
tidak dijumpai satu pun kata “Kristen”, yang ada kata “Nashara” karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut
“Nashrani” bukan Kristen. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, kata “Kristen’ hanya disebutkan paling banyak 6 (enam) kali, yaitu
pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2
Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16)
mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di
antara mereka bisa memberikan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam
Alkitab bahwa Yesus beragama Kristen?
Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main- main, padahal kami benar-benar serius dan akan
menepati janji bila ada diantara umat Kristiani
atau dari agama manapun yang bisa
memberikan bukti berupa ayat-ayatnya yang
tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus
bahwa dia beragama Kristen. Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu
apa nama agama Yesus yang sebenarnya? Siapa
saja yang bisa menunjukkan bukti atau
menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar
tertulis di dalam Alkitab (Bible), pengakuan Yesus
bahwa dia beragama Kristen? Banvak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa
sesungguhnya Yesus bukan beragama Kristen
dan yang menamakan agama itu `Kristen ’ bukan Yesus, tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di
Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat Alkitab dibawah
ini :
“Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati
mereka, supaya mereka semua tetap setia
kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang
baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.
Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu
pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia
membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal
bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun
lamanya, sambil mengajar banyak orang.
Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama
kalinya disebut Kristen. ’ (Kis 11:23-26)
Ayat diatas membuktikan bahwa yang
menamakan agama itu “Kristen’ bukan Yesus. tetapi Barnabas dan Paulus.
Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau
agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab
nama “Kristen’ itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu
kapan Yesus mati dan kapan agama yang
dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang
kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh
kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam
buku “Religions on File” Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar
tahun 29 M (Masehi). Sementara Paulus dan
Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun
42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13)
setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen
bentukan Barnabas dan Paulus.
Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an,
tidak dijumpai satu pun kata “Kristen”, yang ada kata “Nashara” karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut
“Nashrani” bukan Kristen. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, kata “Kristen’ hanya disebutkan paling banyak 6 (enam) kali, yaitu
pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2
Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16)
subhanalloh satu gereja masuk islam gara- gara pemuda islam di amerika
Sebuah kisah nyata yang terjadi di negerinya Paman
Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :
1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk
menuntut ilmu,
4.Dsb. Simak saja kisahnya … Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita
menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin….. Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu
Di Amerika Rabu, 22 Februari 06 Ada seorang
pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan
bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah
salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga
seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang
Nasrani.Hubungan mereka semakin akrab,
dengan harapan semoga Allah SWT memberinya
hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan
di Amerika dan melintas di dekat sebuah
gerejayang terdapat di kampung
tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut
masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan,
namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu
ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah
satu bangku dengan hening, sebagaimana
kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk,
mereka serentak berdiri untuk memberikan
penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada
para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini. ” Pemuda arab itu tidak bergeming dari
tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan
perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak
bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya
pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ” Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang
pintu ia bertanya kepada sang pendeta,
“Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta
ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini,
yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan,
tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut
dan sekaligus mengokohkan markasnya.
Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan
dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya, 7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya, 13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas
namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan
membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah
namun Dia tidak menyu- kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah
dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang
terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg
diadzab dengan batu dan siapakah yang
terpelihara
dari ibatu? 21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan
dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting,
setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua
di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu
tersenyum dengan senyuman mengandung
keyakinan kepada Allah. Setelah membaca
basmalah ia berkata, 1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang.
Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran
kami).” (Al-Isra’:12) . 3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan
yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan, membunuh seorang
anak kecil dan ketika menegakkan kembali
dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an. 5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima
waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-
tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang
tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang
Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang.” (Al-Mulk:3). 8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat
pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru- penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang
malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17). 9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah
mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat,
tangan yang bercahaya, angin topan, musim
paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10 .Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah
kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang
berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali
lipat.” (Al-An ’am: 160). 11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah
saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah
mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60). 13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah
jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan
ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak
mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT
berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18). 15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan
yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke
dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf,
yakni ketika
mereka berkata kepada ayahnya, ”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba
dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-
barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada
mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan
ayah mereka
Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya
Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” 17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak
Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT
berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19). 18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak
dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi
Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis,
yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan
yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya ’: 69). 20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta
Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah
tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu
adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua). 21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap
perkara besar adalah tipu daya wanita,
sebagaimana
firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2Cool. 22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting
setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua
di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon
adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah
hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang
hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub
mendengar jawaban pemuda muslim
tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak
pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan
meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti
keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia
berusaha menyembunyikan kekhawatirannya,
namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di
gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab
sementara ia hanya memberimu satu
pertanyaan namun anda tidak mampu
menjawabnya! “ Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut,
namun aku takut kalian marah. “ Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA
MUHAMMADAR RASULULLAH. ” Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir
di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU
AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan
kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam
melalui tangan seorang pemuda muslim yang
bertakwa.** Subhanallah…!! (Semua itu tentu dengan Ilmu……)
Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :
1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk
menuntut ilmu,
4.Dsb. Simak saja kisahnya … Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita
menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin….. Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu
Di Amerika Rabu, 22 Februari 06 Ada seorang
pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan
bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah
salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga
seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang
Nasrani.Hubungan mereka semakin akrab,
dengan harapan semoga Allah SWT memberinya
hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan
di Amerika dan melintas di dekat sebuah
gerejayang terdapat di kampung
tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut
masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan,
namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu
ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah
satu bangku dengan hening, sebagaimana
kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk,
mereka serentak berdiri untuk memberikan
penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada
para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini. ” Pemuda arab itu tidak bergeming dari
tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan
perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak
bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya
pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ” Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang
pintu ia bertanya kepada sang pendeta,
“Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta
ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini,
yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan,
tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut
dan sekaligus mengokohkan markasnya.
Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan
dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya, 7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya, 13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas
namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan
membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah
namun Dia tidak menyu- kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah
dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang
terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg
diadzab dengan batu dan siapakah yang
terpelihara
dari ibatu? 21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan
dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting,
setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua
di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu
tersenyum dengan senyuman mengandung
keyakinan kepada Allah. Setelah membaca
basmalah ia berkata, 1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang.
Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran
kami).” (Al-Isra’:12) . 3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan
yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan, membunuh seorang
anak kecil dan ketika menegakkan kembali
dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an. 5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima
waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-
tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang
tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang
Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang.” (Al-Mulk:3). 8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat
pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru- penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang
malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17). 9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah
mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat,
tangan yang bercahaya, angin topan, musim
paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10 .Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah
kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang
berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali
lipat.” (Al-An ’am: 160). 11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah
saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah
mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60). 13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah
jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan
ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak
mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT
berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18). 15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan
yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke
dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf,
yakni ketika
mereka berkata kepada ayahnya, ”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba
dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-
barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada
mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan
ayah mereka
Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya
Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” 17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak
Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT
berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19). 18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak
dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi
Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis,
yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan
yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya ’: 69). 20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta
Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah
tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu
adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua). 21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap
perkara besar adalah tipu daya wanita,
sebagaimana
firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2Cool. 22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting
setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua
di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon
adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah
hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang
hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub
mendengar jawaban pemuda muslim
tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak
pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan
meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti
keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia
berusaha menyembunyikan kekhawatirannya,
namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di
gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab
sementara ia hanya memberimu satu
pertanyaan namun anda tidak mampu
menjawabnya! “ Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut,
namun aku takut kalian marah. “ Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA
MUHAMMADAR RASULULLAH. ” Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir
di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU
AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan
kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam
melalui tangan seorang pemuda muslim yang
bertakwa.** Subhanallah…!! (Semua itu tentu dengan Ilmu……)
subhanalloh satu gereja masuk islam gara- gara pemuda islam di amerika
Sebuah kisah nyata yang terjadi di negerinya Paman
Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :
1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk
menuntut ilmu,
4.Dsb. Simak saja kisahnya … Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita
menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin….. Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu
Di Amerika Rabu, 22 Februari 06 Ada seorang
pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan
bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah
salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga
seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang
Nasrani.Hubungan mereka semakin akrab,
dengan harapan semoga Allah SWT memberinya
hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan
di Amerika dan melintas di dekat sebuah
gerejayang terdapat di kampung
tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut
masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan,
namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu
ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah
satu bangku dengan hening, sebagaimana
kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk,
mereka serentak berdiri untuk memberikan
penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada
para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini. ” Pemuda arab itu tidak bergeming dari
tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan
perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak
bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya
pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ” Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang
pintu ia bertanya kepada sang pendeta,
“Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta
ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini,
yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan,
tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut
dan sekaligus mengokohkan markasnya.
Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan
dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya, 7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya, 13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas
namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan
membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah
namun Dia tidak menyu- kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah
dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang
terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg
diadzab dengan batu dan siapakah yang
terpelihara
dari ibatu? 21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan
dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting,
setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua
di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu
tersenyum dengan senyuman mengandung
keyakinan kepada Allah. Setelah membaca
basmalah ia berkata, 1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang.
Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran
kami).” (Al-Isra’:12) . 3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan
yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan, membunuh seorang
anak kecil dan ketika menegakkan kembali
dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an. 5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima
waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-
tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang
tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang
Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang.” (Al-Mulk:3). 8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat
pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru- penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang
malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17). 9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah
mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat,
tangan yang bercahaya, angin topan, musim
paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10 .Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah
kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang
berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali
lipat.” (Al-An ’am: 160). 11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah
saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah
mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60). 13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah
jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan
ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak
mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT
berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18). 15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan
yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke
dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf,
yakni ketika
mereka berkata kepada ayahnya, ”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba
dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-
barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada
mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan
ayah mereka
Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya
Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” 17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak
Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT
berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19). 18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak
dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi
Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis,
yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan
yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya ’: 69). 20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta
Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah
tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu
adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua). 21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap
perkara besar adalah tipu daya wanita,
sebagaimana
firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2Cool. 22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting
setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua
di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon
adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah
hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang
hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub
mendengar jawaban pemuda muslim
tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak
pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan
meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti
keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia
berusaha menyembunyikan kekhawatirannya,
namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di
gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab
sementara ia hanya memberimu satu
pertanyaan namun anda tidak mampu
menjawabnya! “ Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut,
namun aku takut kalian marah. “ Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA
MUHAMMADAR RASULULLAH. ” Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir
di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU
AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan
kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam
melalui tangan seorang pemuda muslim yang
bertakwa.** Subhanallah…!! (Semua itu tentu dengan Ilmu……)
Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :
1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk
menuntut ilmu,
4.Dsb. Simak saja kisahnya … Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita
menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin….. Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu
Di Amerika Rabu, 22 Februari 06 Ada seorang
pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan
bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah
salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga
seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang
Nasrani.Hubungan mereka semakin akrab,
dengan harapan semoga Allah SWT memberinya
hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan
di Amerika dan melintas di dekat sebuah
gerejayang terdapat di kampung
tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut
masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan,
namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu
ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah
satu bangku dengan hening, sebagaimana
kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk,
mereka serentak berdiri untuk memberikan
penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada
para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini. ” Pemuda arab itu tidak bergeming dari
tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan
perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak
bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya
pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ” Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang
pintu ia bertanya kepada sang pendeta,
“Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta
ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini,
yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan,
tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut
dan sekaligus mengokohkan markasnya.
Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan
dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya, 7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya, 13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas
namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan
membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah
namun Dia tidak menyu- kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah
dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang
terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg
diadzab dengan batu dan siapakah yang
terpelihara
dari ibatu? 21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan
dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting,
setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua
di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu
tersenyum dengan senyuman mengandung
keyakinan kepada Allah. Setelah membaca
basmalah ia berkata, 1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang.
Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran
kami).” (Al-Isra’:12) . 3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan
yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan, membunuh seorang
anak kecil dan ketika menegakkan kembali
dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an. 5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima
waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-
tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang
tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang
Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang.” (Al-Mulk:3). 8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat
pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru- penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang
malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17). 9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah
mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat,
tangan yang bercahaya, angin topan, musim
paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10 .Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah
kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang
berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali
lipat.” (Al-An ’am: 160). 11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah
saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah
mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60). 13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah
jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan
ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak
mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT
berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18). 15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan
yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke
dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf,
yakni ketika
mereka berkata kepada ayahnya, ”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba
dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-
barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada
mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan
ayah mereka
Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya
Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” 17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak
Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT
berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19). 18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak
dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi
Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis,
yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan
yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya ’: 69). 20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta
Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah
tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu
adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua). 21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap
perkara besar adalah tipu daya wanita,
sebagaimana
firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2Cool. 22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting
setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua
di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon
adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah
hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang
hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub
mendengar jawaban pemuda muslim
tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak
pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan
meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti
keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia
berusaha menyembunyikan kekhawatirannya,
namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di
gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab
sementara ia hanya memberimu satu
pertanyaan namun anda tidak mampu
menjawabnya! “ Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut,
namun aku takut kalian marah. “ Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA
MUHAMMADAR RASULULLAH. ” Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir
di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU
AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan
kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam
melalui tangan seorang pemuda muslim yang
bertakwa.** Subhanallah…!! (Semua itu tentu dengan Ilmu……)
Langganan:
Postingan (Atom)
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Iem-colicul
